Vinblastin adalah

Vinblastin merupakan obat yang dipakai untuk antikanker dengan prosedur kerja berikatan secara spesifik dengan tubulin, komponen protein mikrotubulus, spindle mitotik, dan memblok polimerisasinya. Akibatnya terjadi disolusi mikrotubulus, sehingga sel terhenti dalam metafase.

Vinblastin merupakan obat yang dipakai untuk antikanker dengan prosedur kerja berikatan Vinblastin
Struktur kimia Vinblastin

Indikasi:
Pengobatan limphoma Hodgkin dan non-Hodgkin, karbinoma testis, paru, kepala dan leher, payudara, ginjal. Fungides mycosis, sarkoma kaposi, histiositosis, khoriokarsinoma, dan purpura trombositopenia idiopatik.

Kontra Indikasi:
Hanya untuk penggunaan melalui I.V., pinjaman melalui intratekal sanggup mengakibatkan kematian. Hipersensitifitas terhadap vinblastik atau komponen lain dalam sediaan, kahamilan.

Dosis dan Cara Pemakaian:

  • Anak-anak dan dewasa: I.V.: 4-20 mg/m2 (0.1-0.5 mg/kg) setiap 7-10 hari atau 5 hari infus kontinyu dari 1.5-2 mg/m2/hari atau 0.1-0.5 mg/kg/minggu.

Penyesuaian takaran pada kerusakan hati:

  • Serum bilirubin 1.5-3.0 mg/dL atau AST (SGOT) 60-180 unit: Berikan 50% dari takaran normal.
  • Serum bilirubin 3.0-5.0 mg/dL: Berikan 25% dari takaran normal.
  • Serum bilirubin > 5.0 mg/dL atau AST > 180 unit: jangan diberikan.

Efek Samping:

  1. Dermatologi: Alopesia.
  2. Endokrin dan metabolik: sindrom sekresi horman antidiuretik yang rendah sanggup terjadi.
  3. GI: Diare (jarang terjadi), stomatitis, anoreksia, rasa logam.
  4. Hematologi: Dapat mengakibatkan supresi sum-sum tulang dan tergantung takaran batas toksisitas dari vinblastin (tidak ibarat vinkristin), granulositopenia jago dan trombositopenia sanggup terjadi sehabis pinjaman dari vinblastin
  5. Myelosupresi (primer leukopenia, takaran terbatas): Onset: 4-7 hari, nadir: 5-10 hari, recovery: 4-21 hari.
  6. Kardiovaskular: Hipertensi, fenomena Raynaud (merupakan gangguan sirkulasi, dimana terjadi interupsi pada suplai darah ke banyak serpihan tubuh, disebabkan oleh adanya spasmus pada arteri kecil serpihan badan tersebut).
  7. SSP: Depresi, malaise, sakit kepala, seizure.
  8. Endokrin dan metabolik: Hiperurikemia.
  9. GI: Konstipasi, nyeri abdominal, muntah (ringan), mual (ringan), paralitileus, stomatitis.
  10. Genital: Retensi uriner.
  11. Neuromuscular dan skeletal: sakit pada rahang, myalgia, paresthesia.
  12. Respiratori: Bronkospasmus.
  13. terbatas pada yang mengancam jiwa: pendarahan colitis, neurotoksisitas (jarang,simptom sanggup termasuk periferal neuropati, kehilangan refleks tendon dalam, sakit kepala, kelemahan, retensi urin, GI symptoms, takikardi, hipotensi ortostatik, konvulsi), pendarahan rektal.

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Zat berbahaya: Gunakan dengan peringatan untuk penanganan dan disposal.
  2. Vinblastin yaitu biro yang mengakibatkan lepuh (vesicant).
  3. Hindari ekstravasasi/keluarnya darah.
  4. Modifikasi takaran pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal dan neurotoksisitas.
  5. Penggunaan jumlah kecil obat harian untuk penggunaan jangka panjang sanggup mengakibatkan neurotoksisitas dan tidak disarankan.
  6. Untuk penggunaan I.V saja.
  7. Penggunaan Intratekal sanggup mengakibatkan kematian.
  8. Monitor secara ketat untuk pemendekan nafas atau bronkospasme pada pasien yang mendapatkan mitomisin-C.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Vial 10 mg/10 ml.

Penyimpanan dan Stabilitas:
Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya, dalam lemari pembeku.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.