Teofilin adalah

Teofilin merupakan obat Bronkodilator golongan xantin. Teofilin dimetabolisme di hati. Absorpsi teofilin menurun sebab adanya masakan dan masakan yang mempengaruhi kliren teofilin.

Teofilin merupakan obat Bronkodilator golongan xantin Teofilin
struktur kimia Teofilin

Indikasi:

  1. Teofilin yaitu xantin dan merelaksasi otot polos, meringankan bronkospasme, dan menstimulasi imbas respirasi.
  2. Teofilin menstimulasi miokardium dan SSP, menurunkan resistensi periferal dan tekanan vena dan mengakibatkan diuresis.
  3. Teofilin sebagai bronkodilator dalam pengelolaan obstruksi jalur nafas balik.
  4. Teofilin biasa dipakai sebagai komplemen terapi agonis beta-2 dan kortikosteroid pada pasien yang membutuhkan komplemen imbas pelebaran bronkus + H10

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap teofilin atau komponen lain pada formulasi.

Dosis dan Cara Pemakaian:

  • Bronkospasme akut berat diberikan secara i.v, untuk pasien yang tidak mendapatkan teofilin atau golongan xantin lainnya dalam 24 jam terakhir, takaran terapi 4-5 mg/kg selama 20-30 menit diikuti dengan takaran perawatan 400-600 mikrogram/kg per jam.
  • Bronkospasme akut, teofilin diberikan secara oral pada orang cukup umur yang sebelumnya tidak minum teofilin dan golongan xantin lainnya takaran terapi 5 mg/kg. Dosis dikurangi pada geriatri dan pasien dengan cor pulmonal, gagal jantung, dan penyakit hati, sedangkan perokok membutuhkan takaran perawatan yang lebih tinggi.
  • Bronkospasme kronik, teofilin diberikan pada takaran 300-1000 mg/hari dalam takaran terbagi. Untuk preparat dengan modifikasi pelepasan sanggup diberikan 1x sehari dengan takaran 400 atau 600 mg per hari.
  • Titrasi takaran pada orang cukup umur dimulai dengan 300 mg per hari dalam takaran terbagi selama 3 hari, bila ditoleransi dengan baik sanggup ditingkatkan menjadi 400 mg selam 3 hari bila ditoleransi dan dibutuhkan takaran sanggup ditingkatkan hingga 600 mg.

Efek Samping:

  1. SSP: takikardia sakit kepala, insomnia, kegelisahan, kecemasan,
  2. Metabolik dan Endokrin: hiperkalsemia.
  3. Stimulasi sistem saraf pusat.
  4. Gastrointestinal: mual, muntah, nyeri lambung, diare.
  5. Neuromuskular: tremor dan palpitasi.
  6. Renal: diuresis.
  7. Overdosis sanggup mengakibatkan agitasi, diuresis, muntah berulang, dehidrasi, aritmia jantung ibarat takikardia, hipotensi, hipokalemia, hiperglikemia, hipomagnesia, hiperurisemia, asidosis metabolisme, konvulsi, gagal ginjal akut dan kematian.

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Teofilin melewati plasenta, dan juga didistribusikan ke ASI.
  2. Penggunaan Teofilin dan aminofilin harus diperhatikan pada penderita hipertiroid, hipertensi, aritmia jantung, atau penyakit jantung lainnya, atau epilepsi, gagal jantung, disfungsi hati, penyakit febrilasi akut, pada neonatus dan geriatri.
  3. Injeksi i.v teofilin atau aminofilin sebaiknya diberikan sangat lambat supaya mencegah ancaman pada sistem saraf pusat, dan imbas yang tidak diperlukan pada jantung.
  4. Pasien sebaiknyaa tidak mengganti dari preparat teofilin pelepasan modifikasi atau preparat aminofilin ke yang lain tanpa adanya evaluasi klinis dan pengukuran konsentrasi serum teofilin sebab perbedaan ketersediaan hayati.
  5. Faktor resiko pada kehamilan C

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Injeksi i.v teofilin dan aminofilin.
2. Kapsul lunak: 130 mg,
3. eliksir: 130 mg/15 ml,
4. tablet: 150 mg, sirup 150 mg/15 ml
5. tablet salut selaput: 125 mg, 250 mg
6. kapsul lepas lambat: 300 mg.

Penyimpanan dan Stabilitas:

  • Larutan teofilin bebas alkohol di kemas ulang dalam suntikan oral propilen
  • disimpan pada suhu ruangan dibawah pencahayaan floresen selama 180 hari tanpa adanya perubahan signifikan dari konsentrasi teofilin.
  • Larutan terlindungi dari cahaya sebab berpotensi perubahan warna.
  • Preparat oral teofilin 5 mg/ml dalam pembawa suspensi lebih stabil hingga 90 hari dalam botol plastik kuning gelap disimpan pada 23-25 °C.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.