Streptomisin adalah

Streptomisin merupakan obat yang dipakai untuk Antiinfeksi dan Anti Tuberkulosis. Streptomisin terdistribusi ke dalam cairan ekstraselular termasuk serum, absces, ascitic, perikardial, pleural, sinovial, limfatik, dan cairan peritoneal; menembus plasenta; dalam jumlah yang kecil masuk dalam air susu ibu.

Streptomisin merupakan obat yang dipakai untuk Antiinfeksi dan Anti Tuberkulosis Streptomisin
struktur kimia Streptomisin

Indikasi:
Tuberkulosis, dalam bentuk kombinasi dengan obat lain, bersama dengan doksisiklin pada pengobatan brucellosis; enterococcal endokarditis. Streptomisin ketika ini semakin jarang dipakai kecuali untuk kasus resistensi

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap streptomycin atau komponen lain dalam sediaan; kehamilan.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dengan injeksi intramuskular dalam.

  • Obat ini diberikan secara intra muskular dengan takaran 15 mg/kg (maksimal 1 g) sehari
  • dosis diturunkan pada pasien dengan berat tubuh di bawah 50 kg, pada usia diatas 40 tahun atau pasien dengan kerusakan ginjal.
  • Konsentrasi obat dalam plasma harus diukur pada pasien dengan kerusakan ginjal dan harus digunakana secara hati-hati

Efek Samping:
Reaksi hipersensitivitas, paraesthesia pada mulut

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat vertigo, tinnitus, hilang pendengaran, gangguan neuromuscular, atau kerusakan ginjal
  2. penyesuaian takaran pada pasien dengan kerusakan ginjal
  3. aminoglikosida terkait secara signifikan dengan nefrotoksik atau ototoksik
  4. reaksi ototoksik proporsional dengan jumlah obat yang diberikan dan durasi pengobatan
  5. tinitus atau merupakan tanda dari kerusakan vestibular dan akan terjadi kerusakan irreversibel bilateral
  6. kerusakan ginjal biasanya reversibel.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Serbuk Injeksi (vial): 1g, 5g

Penyimpanan dan Stabilitas:

  • Tergantung dari produsen obat, larutan yang telah di rekonstitusi tetap stabil selama 2-4 ahad bila disimpan dalam refrigerator
  • paparan sinar matahari mengakibatkan warna larutan menjadi gelap tanpa kehilangan potensinya secara nyata.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.