Simvastatin adalah

Simvastatin merupakan obat Antihiperlipidemia. Simvastatin merupakan penghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reduktase yang poten. Simvastatin bekerja dengan meningkatkan pengeluaran kolesterol dari tubuh dan mengurangi produksinya dengan menghambat konversi HMG-Coa menjadi mevalonat yang berperan dalam biosintesis kolesterol.

Simvastatin merupakan obat Antihiperlipidemia Simvastatin
struktur kimia Simvastatin

Indikasi:

  1. Profilaksis risiko kardiovaskular untuk pasien dengan risiko tinggi
  2. Profilaksis insiden serebrovaskular
  3. Hiperkolesterolemia familial
  4. Hiperlipoproteinemia familial tipe 3
  5. Hipertrigliseridemia
  6. Hiperkolesterolemia primer atau hiperlipidemia campuran.

Kontra Indikasi:

  1. Penggunaan bersama dengan siklosporin, danazol, dan penghambat CYP3A4 yang berpengaruh (seperti boceprevir, klaritromisin, eritromisin, penghambat HIV protease, itrakonazol, ketokonazol, nefazodon, posakonazol, teleprevir, telitromisin, vorikonazol) atau cobicistat/elvitegravir/emtricitabin/tenofovir
  2. Penyakit hati aktif termasuk peningkatan nilai transaminase persisten tanpa diketahui penyebabnya
  3. Ibu hamil dan menyusui.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dewasa

  • Pencegahan risiko kardiovaskular untuk pasien dengan risiko tinggi takaran awal 20-40 mg sekali sehari pada malam hari, interval diubahsuaikan paling sedikit 4 minggu; maksimal 80 mg sekali sehari pada malam hari
  • Pencegahan insiden serebrovaskular takaran awal 40 mg malam hari; rentang takaran 5-40 mg/hari
  • Hiperkolesterolemia familialdosis awal (heterozigous) 10-20 mg sekali sehari malam hari; rentang takaran 5-40 mg/hari takaran (homozygous) 40 mg sekali sehari malam hari
  • Hiperlipoproteinemia familial tipe 3dosis awal 10-20 mg sekali sehari malam hari; rentang takaran 5-40 mg/hari
  • Hipertrigliseridemiadosis awal 10-20 mg sekali sehari malam hari; rentang takaran 5-40 mg/hari
  • Hiperkolesterolemia primer atau hiperlipidemia campuran. 10-20 mg sehari pada malam hari, interval diubahsuaikan paling sedikit 4 minggu; rentang takaran 5-40 mg sekali sehari pada malam hari
  • Catatan: batasi penggunaan takaran 80 mg pada pasien yang sudah memakai takaran 80 mg dalam waktu 1 tahun tanpa adanya toksisitas pada otot; pasien yang tidak sanggup mencapai sasaran LDL dengan takaran 40 mg/hari sebaiknya tidak ditingkatkan menjadi 80 mg tapi sanggup dipertimbangkan alternative yang lain.

Anak-anak

  • Hiperlipidemia termasuk hiperkolesterolemia familial
  • anak usia 10-18 tahun takaran awal 10 mg pada malam hari, sanggup ditingkatkan kalau dibutuhkan dengan interval 4 ahad (maksimal 40 mg).
  • Gangguan ginjal
  • GFR 20-50 mL/menit dan 10-20 mL/menit tidak memerlukan pembiasaan dosis; GFR <10 mL/menit takaran 10-20 mg/hari, dimana pada pasien gangguan ginjal simvastatin takaran > 10 mg/hari sanggup dipakai dengan perhatian.

Catatan:

  1. keterangan suplemen Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, ibarat kondisi pasien, umur dan berat badan.
  2. Bila anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan /atau frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter.
  3. Gunakan obat ini pada malam hari kecuali dinyatakan lain oleh dokter atau apoteker.
  4. Obat ini sangat efektif kalau dipakai bersama dengan olah raga dan diet mengurangi asupan masakan yang mengandung kolesterol (lemak) dan lemak jenuh
  5. Pasien disarankan untuk segera memberitahukan dokter kalau mengalami nyeri otot, nyeri tekan (tenderness) dan kelemahan yang tidak sanggup dijelaskan.

Efek Samping:
Gastrointestinal: nyeri abdominal,
Hepatik: hepatitis kolestatik, peningkatan enzim hati

Peringatan dan atau Perhatian:
Peringatan

  1. Laju fungsi sklerosis amiotropik lateral sanggup menurun pada terapi insulin
  2. Penggunaan bersama alkohol sanggup meningkatkan risiko disfungsi hati
  3. Kondisi yang sanggup memicu terjadinya gagal ginjal sekunder akhir rabdomiolisis (seperti sepsis, hipotensi, operasi besar, trauma, epilepsy tidak terkontrol, atau gangguan elektrolit, endokrin sehingga ada pertimbangan untuk menghentikan simvastatin sementara.
  4. Peningkatan keratin kinase mungkin terjadi dan ada pertimbangan untuk penghentian obat
  5. Peningkatan HbA1C dan gula darah mungkin terjadi Risiko miopati meningkat pada takaran tinggi simvastatin sampai 80 mg kalau dibandingkan takaran rendah; hipertiroid yang tidak terkontrol; usia 65 tahun
  6. Penyakit hati sanggup meningkatkan risiko disfungsi hati
  7. gagal hati sanggup terjadi sehingga perlu untuk monitoring, dimana pengobatan sanggup diatur lagi apabila terjadi kerusakan serius pada hati yang ditandai dengan tanda-tanda klinis dan atau hiperbilirubinemia atau jaundice.
  8. Miopati dan rabdomiolisis sanggup terjadi pada gagal ginjal akut, dimana risiko meningkat pada takaran tinggi sehingga perlu monitoring dan penghentian terapi sanggup dilakukan kalau terjadi atau diduga terjadi miopati
  9. gangguan ginjal yang berat perlu pertimbangan pengaturan takaran
  10. Serum transaminase perlu untuk dimonitor dimana apabila peningkatan diatas 3 kali nilai normal secara persisten maka sanggup dipertimbangkan penghentian terapi.
  11. Kehamilan: Faktor risiko X.
  12. Penggunaan statin dihindari/kontraindikasi pada perempuan hamil, dilaporkan terjadi keganjilan kongenital.
  13. Menyusui: Ekskresi ke dalam air susu tidak diketahui/kontraindikasi, simvastatin diduga keluar dalam air susu menurut 2 obat lain yakni fluvastatin dan pravastatin. dan alasannya diduga potensial terjadi imbas samping maka penggunaannya pada ibu menyusui sebaiknya dihindari.
  14. Anak-anak: tidak dilisensi untuk anak usia dibawah 10 tahun.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet: 10 mg, 20 mg, 40 mg

Penyimpanan dan Stabilitas:

  • Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat pada suhu antara 5-30°C (41°F sampai 86°F).
  • Sediaan tablet sanggup stabil selama 24 bulan sesudah diproduksi.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.