Simalakama Si Buah Kutukan Yang Bermanfaat

Simalakama Si Buah Mematikan yang Bermanfaat – Apakah anda pernah mendengar peribahasa buah simalakama? aku rasa semua orang sudah tidak absurd dengan peribahasa yang satu ini. Peribahasanya berbunyi menyerupai ini ” Jika memakan buah simalakama maka ibu kita akan mati sedangkan jikalau kita tidak memakannya maka ayah kita yang akan mati ” dimana arti dari peribahasa ini yakni sedang berada pada situasi yang pelik dimana semua pilihan yang harus kita ambil sama-sama mempunyai resiko yang jelek atau sanggup dikatakan berapa pada posisi yang sulit. Saat mengingat peribahasa ini aku jadi tertarik perihal buah simalakama, kenapa dalam peribahasa ini buah yang digunakan yakni buah simalakama? apakah buah ini memang benar-benar mempunyai magis menyerupai yang disebutkan dalam peribahasa tersebut atau bahkan apakah buah ini benar-benar ada?
Nah dari beberapa pertanyaan yang menciptakan aku ingin tau maka aku mencoba mencari isu perihal buah ini. Akhirnya dari beberapa sumber yang aku dapatkan aku mendapat beberapa isu yang sangat menarik dan tentunya layak untuk kita bahas. Ternyata buah simalakama ini memang benar-benar ada loh, dan buah ini mempunyai nama latin Phaleria Papuana. Mungkin ada yang bertanya kenapa namanya ada papuana? ya tentu saja sebab buah ini memang berasal dan banyak tumbuh di papua. Sebutan buah simalakama yakni sebutan yang digunakan di daratan melayu. Dan kalau bahasa kini buah ini biasa disebut dengan mahkota dewa.

Secara fisik buah ini mempunyai bentuk bundar dan memilki kulit berwarna merah dengan diameter sekitar 3-6 centimeter. Buah ini sangat beracun dan bila tidak diproses secara benar dapa menjadikan simpulan hidup bagi orang yang mengkonsumsinya. Nah mungkin hal inilah yang menjadikan buah simalakama lah yang digunakan dalam peribahasa simalakama tersebut (pendapat aku sih hehe). Namun walaupun termasuk buah yang beracun ternyata jikalau diolah dengan sempurna buah ini ternyata mempunyai khasiat loh bagi kesehatan badan kita.

Pada penelitian ilmiah, ekstrak buah simalakama atau yang dikenal dengan nama mahkota tuhan ini mempunyai zat-zat mujarab untuk mengobati banyak sekali macam penyakit, termasuk penyakit kanker(bukan kantong kering ya hehehe). Dalam penelitian tersebut ternyata ekstrak buah ini sanggup menghambat pertumbuhan sel kanker hingga 50 %. Kulit serta daging buah ini sanggup digunakan untuk mengobati penyakit disentri, nanah dan psoriasis (kelainan kulit). Ekstrak buah ini juga sanggup digunakan sebagai anti-histamin (penawar alergi), anti-piretik (penurun panas), analgetik (menghilangkan rasa nyeri dan sakit), menurunkan kadar asam urat bahkan sebagai obat herbal. Tidak hanya berhenti di situ saja, ternyata buah simalakama itu juga sanggup mengatasi penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, hipertensi dan lemah syahwat.

Dari sedikit penelusuran perihal manfaat yang terkandung dalam buah simalakama tersebut aku jadi berpikir dimana peribahasa ini muncul sebab kondisi menyerupai ini . Ada seorang anak dimana pada ketika tersebut beliau dalam kondisi yang sangat pelik dimana sang ayah sakit keras begitu juga dengan ibunya. Nah ternyata sang anak mengetahui ada buah yang sanggup menyembuhkan penyakit kedua orang tuanya tersebut. Setelah mencari kesannya beliau berhasil mendapat buah yang dimaksud dan buah itu yakni buah simalakama. Nah yang menjadi problem yakni beliau hanya mendapat satu buah saja yang itu artinya beliau harus menentukan harus menyembuhkan sang ayah ataukah harus menyembuhkan sanga ibu. Tapi siapa yang tau toh ini cuma pendapat dan imajinasi aku saja hehehehe.
Terlepas dari semua bahasan aku di atas yang menjadi point penting disini yakni ternyata buah ini memang ada dan ternyata dengan perkembangan teknologi yang ada ketika ini dimana dengan ekstrak buah simalakama ini (ingat ekstrak simalakama bukan ekstrak kulit manggis ya “jadi ingat iklan m*stin good”) ternyata sanggup menyembuhkan banyak penyakit dan sangat bermanfaat tentunya bagi kita. Dan tentunya juga kita harus tetap menjaga peribahasa buah simalakama ini sebab merupakan salah satu peninggalan pendahulu kita. OK thanks udah mampir ke blog ane biar sanggup sedikit menambah wawasan anda 🙂