Pengertian Dehidrasi, Gejala, Penyebab, Dan Cara Penanganannya

Pengertian Dehidrasi adalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Dehidrasi bisa terjadi lantaran pengeluaran cairan tubuh yang hiperbola atau lebih besar dari pemasukan. 
Perlu dipahami sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, Akibat dari Kehilangan dan gangguan cairan elektrolit tubuh sanggup mengganggu kinerja banyak sekali sistem-sistem tubuh. Bahkan Pada tingkat Dehidrasi berat sanggup berakibat penurunan kesadaran, koma, dan bahkan kematian. 
adalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh Pengertian Dehidrasi, Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Pengertian dan Penyebab Dehidrasi

Penyebab dehidrasi ialah kekurangan zat Natrium dan air dalam tubuh. Hal ini sanggup disebabkan lantaran : Diare berat, muntah-muntah, berkeringat yang hiperbola dan tidak ada asupan sama sekali, paparan panas yang lama, dan sanggup juga disebabkan lantaran efek diet yang tidak sesuai. Pada bayi dan bawah umur resiko terjadinya kehilangan cairan tubuh lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa.

Tanda dan Gejala Dehidrasi

Gejala Dehidrasi ditunjukkan menurut tingkat kehilangan cairan tubuh tersebut terjadi namun secara umum tanda-tanda yang muncul yaitu :
kondisi tubuh lemas, kehausan yang berlebihan, mual, jantung berdebar kencang ditandai dengan tekanan darah yang tidak normal, kencing sedikit dan berwarna keruh, tenggorokan kering, kekenyalan kulit berubah, dan mungkin adanya penurunan kesadaran. Itulah beberapa tanda-tanda umum dehidrasi selain itu juga adanya penurunan berat badan.

Tingkat-tingkat Dehidrasi

Penurunan Berat Badan (BB) menjadi indikator penting untuk mengetahui tingkat kehilangan cairan tubuh yang terjadi. Dehidrasi dibagi tiga tingkat yaitu kehilangan cairan tubuh ringan, sedang dan berat.

A. Dehidrasi ringan
Penurunan cairan tubuh Kurang 5 % BB. Gejala umum yang sering ditunjukkan yaitu haus, bibir kering, dan lemas

B. Dehidrasi sedang
Penurunan cairan tubuh antara 5-10 % BB. Pada tingkat kehilangan cairan tubuh sedang penderita terlihat haus, buang air kecil mulai berkurang. Mata terlihat agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering.

C. Dehidrasi berat
penurunan cairan tubuh antara 10-15 % BB. Gejala nya Selain tanda-tanda klinis yang terlihat pada kehilangan cairan tubuh ringan dan sedang, pada keadaan ini juga terlihat napas yang cepat dan dalam, kekenayalan kulit sangat menurun, kondisi tubuh sangat lemas, kesadaran menurun, nadi cepat.

Penanganan dan terapi Dehidrasi

Terapi klinik dehidrasi bertujuan untuk :
1. Mengganti kehilangan cairan yang telah terjadi.
2. Mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung.
3. Mencegah kehilangan cairan lanjutan.
Salah satu faktor penting dalam terapi klinis kehilangan cairan tubuh yaitu menentukan tingkat kehilangan cairan tubuh penderita. Dehidrasi ringan biasanya cukup dengan mengkomsumsi banyak cairan ditambah dengan santunan Cairan Rehidrasi oral (CRO) atau ORALIT. CRO diberikan sebanyak15-20 ml/kgBB/jam. Untuk mengganti cairan yang hilang. Makanan tidak perlu dibatasi lantaran santunan makanan akan mempercepat penyembuhan
Sedangkan pada kehilangan cairan tubuh sedang dan kehilangan cairan tubuh berat penderita harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk menerima cairan rehidrasi melalui infus(intravena). Selain itu untuk memudahkan pengobatan terhadap penyebab dehidrasi menyerupai diare, muntah-muntah dan penyebab lainnya. Keadaan penderita harus sesering mungkin di evaluasi. Sekian pembahasan perihal pengertian dehidrasi, gejala, penyebab dan cara penanganan dehidrasi biar bermanfaat.