Penatalaksanaan Penyakit Isk: Pengobatan Dan Cara Penanganannya

Penatalaksanaan Penyakit ISK: Pengobatan dan Cara Penanganannya, Ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, ihwal makalah Infeksi kanal kemih yang terpaksa di lanjutkan kehalaman ini, pada artikel yang telah kemudian sudah ada pembahasan Untuk BAB I, Termasuk latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penulisan, Pada BAB II termasuk Pengertian isk,  Tanda dan gejala, Patpfisilogis, etiologis,  Pemeriksaan diagnostik dan penatalaksanaan isk yang akan di lanjutkan di artikel ini .. Selengkapnya ada di bawah ini.

 Ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya Penatalaksanaan Penyakit ISK: Pengobatan dan Cara Penanganannya

Makalah Penyakit Infeksi Saluran Perkemihan..

G. Penatalaksanaan ISK
Penanganan Infeksi Saluran Kemih yang ideal adalah: agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan basil dari traktus urinarius dengan imbas minimal terhadap tumbuhan fekal dan v4gina.

Terapi  Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada usia lanjut sanggup dibedakan atas:

  • Terapi antibiotika takaran tunggal
  • Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari
  • Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu
  • Terapi takaran  rendah untuk supresi
Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. Jika kekambuhan disebabkan oleh basil persisten di awal infeksi, factor kausatif (mis: batu, abses), jikalau muncul salah satu, harus segera ditangani. Setelah penanganan dan sterilisasi urin, terapi preventif takaran rendah.

Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin), trimethoprim/ sulfamethoxazole (TMP/SMZ, bactrim, septra), kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan, tetapi E. Coli telah resisten terhadap basil ini. Pyridium, suatu analgesic urinarius jug adapt dipakai untuk mengurangi ketidaknyamanan akhir infeksi.

Pemakaian  obat pada usia lanjut perlu dipikirkan kemungkina adanya:

  • Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan
  • Interansi obat
  • Efek samping obat
  • Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal
Resiko derma obat pada usia lanjut dalam kaitannya dengan faal ginjal:
  1. Efek nefrotosik obat
  2. Efek toksisitas obat
Pemakaian obat pada usia lanjut hendaknya setiap ketika dievalusi keefektifannya dan hendaknya untuk selalu menerima balasan atas pertanyaan sebagai berikut:

  1. Apakah obat-obat yang diberikan benar-benar berguna/diperlukan
  2. Apakah obat yang diberikan mengakibatkan keadaan lebih baik atau malh membahnayakan/
  3. Apakah obat yang diberikan masih tetap diberikan?
  4. Dapatkah sebagian obat dikuranngi dosisnya atau dihentikan?
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) ialah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada kanal kemih. (Agus Tessy, 2001)
  2. Infeksi Saluran Kemih (ISK) ialah suatu keadaan adanya infeksi basil pada kanal kemih. (Enggram, Barbara, 1998)
  3. Jenis Infeksi Saluran Kemih, antara lain:
  • Kandung kemih (sistitis)
  • uretra (uretritis)
  • prostat (prostatitis)
  • ginjal (pielonefritis)
B. SARAN
Janganlah mengabaikan semua penyakit yang sanggup saja menyerang anda,jagalah baik – baik semua sistem yang terjadi dalam badan kita.Mungkin hanya ini dari saya biar makalah ini berkhasiat bagi anda semua khususnya saya pribadi.
DAFTAR PUSTAKA
  • Doenges, Marilyn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan: fatwa untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Alih Bahasa: I Made Kariasa, Ni made Sumarwati. Edisi: 3. Jakrta: EGC.
  • Enggram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan
  • Nugroho, Wahyudi. (2000). Keperawatan Gerontik. Edisi: 2. Jakarta: EGC.
  • Parsudi, Imam A. (1999). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: FKUI
  • Price, Sylvia Andrson. (1995). Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit: pathophysiologi clinical concept of disease processes. Alih Bahasa: Peter Anugrah. Edisi: 4. Jakarta: EGC
  • Smeltzer, Suzanne C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart. Alih Bhasa: Agung Waluyo. Edisi: 8. Jakarta: EGC.
  • Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih. Edisi: 3. Jakarta: FKUI.

Sekian Postingan ihwal makalah kesehatan pada penyakit Infeksi kanal perkemihan, biar bermanfaat.