Parasetamol

Parasetamol yakni obat analgesik dan antipiretik yang terkenal dan dipakai untuk meredakan sakit kepala, nyeri ringan hingga sedang dan demam. Parasetamol dipakai dalam sebagian besar resep obat analgesik selesma dan flu. Ia kondusif dalam takaran standar

Parasetamol yakni obat analgesik dan antipiretik yang terkenal dan dipakai untuk meredak Parasetamol
struktur kimia Parasetamol

Indikasi:
Nyeri ringan hingga sedang dan demam.

Kontra Indikasi:
Hipersensitiv terhadap parasetamol atau komponennya.

Efek Samping:
Efek samping dalam takaran terapi jarang; kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut pernah dilaporkan sesudah penggunaan jangka panjang.

Peringatan dan Perhatian:

  1. Hati-hati pada pasien yang sudah berkurang fungsi hati dan ginjal, dan ketergantungan pada alkohol.
  2. Toksisitas parasetamol sanggup disebabkan dari penggunaan takaran tunggal yang toksik, dari penggunaan berulang takaran yang besar, atau penggunan obat yang kronis.
  3. Pengaruh Terhadap Kehamilan Faktor risiko: B
  4. Pengaruh Terhadap Ibu Menyusui: Diekskresikan dalam air susu ibu dalam konsentrasi rendah
  5. Pengaruh Terhadap Anak-anak: Konsultasikan dengan dokter pada penggunaan obat > 5 hari

Dosis dan Cara Pemakaian:

  • Oral, 0.5-1 g setiap 4-6 jam untuk maksimal 4 g sehari; anak 2 bulan 60 mg untuk pasca-imunisasi demam, diulang sekali sesudah 6 jam kalau perlu
  • Neonat 28-32 ahad usia postmenstrual 20 mg/kg sebagai takaran tunggal lalu 10-15 mg/kg setiap 8-12 jam yang diperlukan; maks. 30 mg/kg sehari dalam takaran terbagi
  • Neonat lebih dari 32 ahad usia postmenstrual 20 mg/kg sebagai takaran tunggal lalu 10-15 mg/kg tiap 6-8 jam kalau perlu; maks. 60 mg/kg sehari dalam takaran terbagi
  • Anak 1-3 bulan 30-60 mg setiap 8 jam sebagai
  • 3 bulan – 1 tahun 60-120 mg, 1-6 tahun 120-250 mg, 6-12 tahun 250-500 mg, takaran ini sanggup diulang setiap 4-6 jam bila diharapkan (maks. 4 takaran dalam 24 jam) Infus intravena lebih dari 15 menit.
  • dewasa dan anak lebih dari 50 kg, 1 g setiap 4-6 jam, maks. 4 g sehari;
    dewasa dan anak 10-50 kg, 15 mg/kg setiap 4-6 jam,maks. 60 mg/kg sehari, neonatus dan ANAK kurang dari 10 kg, 7,5 mg/kg setiap 4-6 jam, maks. 30 mg/kgsehari
    Rektum,
    DEWASA dan ANAK lebih dari 12 tahun 0,5-1 g setiap 4-6 jam untuk maks. 4 g sehari-hari
  • Neonat 28-32 ahad usia postmenstrual 20 mg/kg sebagai takaran tunggal lalu 15 mg/kg setiap 12 jam yang diperlukan; maks. 30 mg/kg sehari dalam takaran terbagi
  • Neonat lebih dari 32 ahad usia postmenstrual 30 mg/kg sebagai takaran tunggal lalu 20 mg/kg setiap 8jam yang diperlukan; maks. 60 mg/kg sehari dalam takaran terbagi
  • Anak 1-3 bulan 30-60 mg setiap 8 jam sebagai, 3 bulan-1 tahun 60-125 mg, 1-5 tahun 125-250 mg, 5-12 tahun 250-500 mg, takaran ini sanggup diulang setiap 4-6 jam seperlunya (maks. 4 takaran dalam 24 jam).

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet: 500mg, 600mg, 650mg, 1000mg
2. Syrup: 120mg/ml, 250mg/ml
3. Drop: 60mg/0,6ml, 100mg/ml
4. Rectal: tube 125mg/2,5ml, 250mg/4ml
5. Supp: 125mg/supp; 250mg/supp
6. Infus 100ml: 1000 mg/100 ml

Stabilitas dan Penyimpanan:
Sediaan harus disimpan pada suhu 15-30° C.
Sediaan bentuk larutan atau suspensi dihentikan dibekukan.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.