Permenkes No. 35 Tahun 2014 Wacana Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek

Standar Pelayanan Kefarmasian ialah tolak ukur yang dipergunakan sebagai anutan bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian ialah suatu pelayanan eksklusif dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang niscaya untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien (Menkes RI, 2014). Menimbang: A. Bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian

Permenkes No. 3 Tahun 2015 Perihal Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, Dan Prekursor Farmasi

Permenkes No. 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi Menimbang: a. bahwa Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28/Menkes/Per/I/1978 perihal Penyimpanan Narkotika, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 688/Menkes/Per/VII/1997 perihal Peredaran Psikotropika, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 912/Menkes/Per/VIII/1997 perihal Kebutuhan Tahunan dan Pelaporan Psikotropika perlu diubahsuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum; b.

Permenkes Nomor 34 Tahun 2016 Wacana Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 Wacana Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit

Menimbang: a. bahwa Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 wacana Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit masih belum memenuhi kebutuhan aturan di masyarakat sehingga perlu dilakukan perubahan; b. bahwa menurut pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam abjad a, perlu tetapkan Peraturan Menteri Kesehatan wacana Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 wacana Standar Pelayanan

Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 Wacana Tenaga Kesehatan

Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan. Tenaga Kesehatan ialah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta mempunyai pengetahuan dan/ atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melaksanakan upaya kesehatan. Menimbang: a. bahwa tenaga kesehatan mempunyai peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang. maksimal

Definisi Dan Pembagian Terstruktur Mengenai Rumah Sakit

Berdasarkan Permenkes Nomor 34 tahun 2016, Rumah Sakit yaitu institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah sakit yaitu salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan. Upaya kesehatan yaitu setiap acara untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan

Permenkes No. 31 Tahun 2016 Wacana Registrasi, Izin Praktik Dan Kerja Tenaga Kefarmasian

Menimbang: bahwa Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes/Per/V/2011 wacana Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian perlu diubahsuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum; bahwa menurut pertimbangan sebagaimana dimaks’ud dalam aksara a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan wacana Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889 /Menkes/Per /V/2011 wacana Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian;

Papan Nama Praktik Apoteker

Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia mengeluarkan peraturan perihal Papan Nama Praktik Apoteker. Peraturan yang dirilis pada bulan Juli 2014, merupakan salah satu hasil dari Rapat Kerja Nasional Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang dilaksanakan pada Juni 2014 di Jakarta. Peraturan organisasi ini merupakan peraturan yang mengikat bagi setiap Apoteker yang menjalankan praktek kefarmasian di apotek di

Macam-Macam Dosis

Selain takaran maksimum dan takaran lazim juga dikenal beberapa istilah dalam dosis. Istilah inilah yang juga disebut sebagai macam-macam dosis. Berikut macam-macam takaran yang dimaksudkan: 1. Dosis Terapi Dosis Terapi ialah takaran obat yang diberikan dalam keadaan biasa dan sanggup menyembuhkan penderita. Untuk mendapat ukuran doss terapi yang sanggup memperlihatkan imbas terapi secara efektif, perlu

Kmk No.312 Tahun 2013 Perihal Daftar Obat Esensial Nasional Bab 1

Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama pada tahun 1980, dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. Selanjutnya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran dan farmasi, serta perubahan pola penyakit, DOEN direvisi secara bersiklus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun