Misteri Menguap Yang Sering Dipertanyakan Banyak Orang

Menguap merupakan salah satu bentuk acara badan yang hingga sekarang masih menjadi teka Misteri Menguap yang Sering Dipertanyakan Banyak Orang

Menguap merupakan salah satu bentuk acara badan yang hingga sekarang masih menjadi teka-teki. Menguap biasanya diidentikkan dengan mengantuk, bosan, atau kelelahan dan bersifat menular.

Sampai dikala ini, terdapat banyak sekali teori perihal menguap. Para ilmuwan sendiri juga mempunyai aneka macam teori untuk menjelaskan fenomena menguap. Apa saja itu? Berikut yaitu beberapa teori yang disampaikan para peneliti terkait fenomena menguap.


1. Gangguan tidur
Penjelasan yang paling umum perihal menguap yaitu disebabkan kelelahan, dimana badan mengambil napas dalam-dalam untuk menyuplai lebih banyak oksigen ke otak. Teori ini terkait dengan aneka macam gangguan tidur, serta duduk perkara otak tertentu menyerupai stroke, tumor, atau epilepsi.

2. Perilaku Primal

Studi lain menemukan bahwa menguap merupakan sikap primer yang terkait dengan kelangsungan hidup kita. Studi ini menemukan bahwa semua binatang melaksanakan acara menguap. Selain itu, menguap juga merupakan sebuah peringatan otak bahwa kita mengalami stres.

Hal ini dikarenakan otak akan cenderung memanas kalau anda mengalami stres, sehingga mengambil napas dalam-dalam untuk mendinginkan dan memungkinkan anda untuk berpikir jernih.

Studi ini juga menunjukkan bahwa seseorang cenderung menguap tidak hanya disebabkan oleh mengantuk, tetapi juga dalam situasi tegang atau berbahaya, menyerupai menjelang ujian atau tampil di atas panggung. Bahkan anjing seringkali menguap sebelum mereka menyerang mangsanya.

3. Empati

Mengapa menguap itu menular? Menurut sebuah studi, ketika seseorang menguap, orang lain akan ikut menguap untuk menunjukkan tenggang rasa mereka. Menguap menular tidak hanya dialami oleh manusia, tetapi juga pada monyet dan anjing. Namun, hal ini tidak terjadi pada binatang vertebrata lainnya.

Pada manusia, menguap menular tidak dialami oleh anak di bawah empat tahun dan orang autis. Teori ini menjelaskan menguap merupakan sikap sosial, dimana belum dewasa dan orang-orang autis dianggap kurang mempunyai empati.

4. Tindakan refleks

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1932 menunjukkan bahwa ketika pasien yang lumpuh di satu sisi badan mereka akan menguap, mereka bisa menggerakkan kembali serpihan badan mereka yang lumpuh selama beberapa detik. Pasien-pasien ini akan menunggu hingga mereka mempunyai impian untuk menguap, dan lalu memakai periode menguap untuk melenturkan otot-otot mereka.

Dari penelitian tersebut, sanggup ditarik kesimpulan bahwa acara menguap dikendalikan oleh serpihan otak yang berada di luar kendali kesadaran anda. Bahkan, janin diyakini sudah bisa menguap semenjak dalam kandungan.

5. Bosan, lapar dan bergairah

Sementara itu, studi lain menyebut menguap sangat bekerjasama dengan rasa bosan, lapar dan gairah se*ksual. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung menguap lebih sering ketika mereka melihat benda statis dibandingkan dengan video musik.

Bahkan, binatang ternyata akan menguap ketika mereka lapar. Menguap juga merupakan tanda gairah, lantaran denyut jantung Anda akan naik hingga 30 persen ketika Anda menguap. Gairah ini juga sanggup termasuk gairah se*ksual.


Baca juga: