Metampiron

Metampiron atau disebut juga antalgin merupakan obat analgesik-antipiretik besar lengan berkuasa dari derivat pirazolon. Setelah santunan oral, metampiron dengan cepat dihidrolisis di terusan gastroin-testinal diubah metabolit aktif 4-metil-amino-antipyrine, dan diabsorpsi secara sempurna.

Metampiron atau disebut juga antalgin merupakan obat analgesik Metampiron

Golongan Obat Analgesik, Antipiretik, Antiinflamasi Nonsteroid.

Indikasi:
Analgesik antipiretik.

Kontra Indikasi:
Hipersensitiv metampiron

Dosis dan Cara Pemakaian:

  • Metampirone diberikan secara oral dengan takaran 0,5-4 g sehari dalam takaran terbagi.
  • Juga diberikan dengan injeksi intramuscular atau intravena dan rektal sebagai supositoria.

Efek Samping:
Agranulositosis, risiko meningkat pada takaran tinggi dan penggunaan jangka waktu lama, sehingga tes darah harus dilakukan secara berkala. Intoksikasi akut yang sanggup menjadikan kejang.

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Karena Metampiron berisiko merugikan, di banyak negara penggunaannya hanya untuk rasa sakit atau demam berat di mana tidak ada alternatif tersedia atau tidak cocok.
  2. Hati-hati pada pasien yang mempunyai riwayat gangguan pembentukan sel darah
  3. gangguan fungsi hati
  4. fungsi ginjal.
  5. Tidak diindikasikan untuk nyeri otot pada flu, rheumatism, lumbago, bursitis, nyeri lengan-bahu.

Interaksi Dengan Obat Lain:
Antalgin termasuk golongan NSAID yang sanggup berinteraksi dengan: antikoagulan

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet: 500mg
2. Injeksi: ampul 500 mg/ml, 1 g/2 ml
3. Syrup: 250mg/5ml
4. Drops: 250 mg/ml (20 ml), 500 mg/ml (10 ml)

Penyimpanan dan Stabilitas:
Simpan pada suhu kamar, terlindung dari cahaya.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.