Mengenali Obesitas Pada Anak Dan Cara Mencegahnya

Masalah obesitas menjadi momok yang angker di banyak negara tidak terkecuali Indonesia. Masalah obesitas ini menjadi serius alasannya ialah meningkatkan resiko penyakit berbahaya lainnya dan mulai menjangkiti penduduk bumi mulai dari belum dewasa sampai orang dewasa. 

Obesitas mendatangkan dampak jelek ibarat penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang beresiko muncul dari permasalahan obesitas antara lain diabetes, penyakit jantung,stroke dan kanker. Untuk itulah obesitas menjadi perhatian serius dan menjadi salah satu kekhawatiran dunia terutama di Indonesia.

Di Indonesia, persoalan obesitas menjadi salah satu fokus utama Kementrian Kesehatan alasannya ialah presentasenya yang terus meningkat. Di tahun 2013, orang remaja diatas umur 18 tahun yang menderita obesitas sebesar 15,4 % dari total populasi penduduk Indonesia. Tiga tahun kemudian ditahun 2106 presentase tersebut meningkat menjadi 20,7 % atau sekitar 5,3% dari tahun 2013. Hal ini sungguh sangat mengkhawatirkan jikalau tidak segera dihentikan.



Obesitas pada belum dewasa di Indonesia

Di Indonesia, mungkin juga di beberapa negara lain, persoalan obesitas tidak hanya dialami oleh remaja atau orang remaja tetapi juga dialami oleh anak-anak. Anak-anak gampang sekali untuk terjangkit obesitas apalagi di jaman teknologi yang berkembang pesat dikala ini yang cenderung menciptakan belum dewasa jarang bergerak dan hanya duduk sambil bermain gadget, game atau menonton televisi.

Obesitas pada anak ialah suatu persoalan atau kondisi khusus yang menyebabkan persoalan kesehatan serius. Kondisi khusus ini ditandai dengan adanya perubahan timbangan berat tubuh seorang anak melebihi dari ukuran normal untuk anak seusianya.
Jika penduduk Indonesia yang berusia remaja dan remaja sekitar 20,7 persen mengalami obesitas,  maka sekitar 10 belum dewasa Indonesia juga mengalami obesitas. Salah satu faktor yang mensugesti  adalah kurangnya kesadaran dan pengawasan orang tua.

Penyebab obesitas pada belum dewasa di Indonesia
Tingginya angka obesitas pada belum dewasa di Indonesia sangat memprihatinkan dan diperkirakan akan terus bertambah alasannya ialah dipengaruhi oleh banyak sekali macam faktor, antara lain :
  • Faktor genetik. Anak-anak yang berasal dari orang bau tanah yang gemuk atau mempunyai gen gemuk biasanya akan gampang terjangkit obesitas.
  • Kurangnya pengawasan orang tua. Jika orang bau tanah tidak memperhatikan jenis kuliner yang dikonsumsi oleh anak, besar kemungkinan si anak akan mengkonsumsi semua jenis kuliner tidak sehat yang gampang ditemukan disekitar mereka.
  • Kurang beraktivitas. Perkembangan jaman yang diiringi dengan perkembangan teknologi menciptakan segalanya menjadi gampang termasuk gampang sekali menciptakan belum dewasa menjadi obesitas alasannya ialah kurang gerak atau beraktivitas dan hanya menghabiskan waktunya untuk bermain gadget atau menonton televisi.
  • Faktor lingkungan. Anak-anak yang tinggal dilingkungan yang tidak memperhatikan kesehatan akan sangat gampang terpengaruh dan mengabaikan faktor-faktor kesehatan dari makanan.

Ciri-ciri obesitas pada anak

Ada masa dimana belum dewasa mengalami momen susah makan dan hal ini yang menciptakan orang bau tanah menjadi khawatir akan faktor kesehatan si anak. Namun perlu diperhatikan juga ketika si anak sangat doyan sekali makan kuliner yang ada didepan mereka alasannya ialah sanggup memicu obesitas. Obesitas pada belum dewasa biasanya sanggup dilihat dari fisiknya yang berukuran lebih besar dari anak usianya atau lebih besar dari ukuran normal. Biasanya terlihat lebih gemuk dan terdapat banyak lipatan tubuh pada leher, lengan, perut dan kaki. Ciri-ciri ini hampir ada disetiap anak yang menderita obesitas baik anak pria maupun wanita dan harus diwaspadai.

Salah satu cara untuk mengetahui kelebihan berat tubuh pada anak ialah dengan cara mengukur BMI atau Body Mass Index. Cara mengukur BMI seseorang ialah sebagai berikut :

BMI = Berat tubuh (dalam kg) / tinggi tubuh X tinggi tubuh (dalam m)

Contoh kasus :

Berat tubuh 83kg / tinggi tubuh 1,75m X tinggi tubuh 1,75m = 27,10 (gemuk / kelebihan berat badan)

Kategori Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh menurut Kementrian Kesehatan RI ialah sebagai berikut :

< 17,0 = kategori kurus, sangat kurang berat badan
17,0 – 18,4 = kategori kurus, kurang berat tubuh ringan
18,5 – 25 = kategori berat tubuh normal
25,1 – 27,0 = kategori gemuk
>27 = kategori gemuk / kelebihan berat tubuh / obesitas

Dampak obesitas pada anak

Seperti disebutkan diatas bahwa obesitas memunculkan resiko seseorang terkena penyakit degeneratif ibarat diabetes, jantung, stroke dan kanker. Dampak jelek ini juga bisa menghampiri belum dewasa yang menderita diabetes.
  • Masalah jantung. Berat tubuh yang hiperbola pada anak sanggup meningkatkan resiko terkena serangan jantung.
  • Resiko diabetes. Mungkin memang belum terlihat tanda-tandanya namun kelebihan berat tubuh pada belum dewasa akan meningkatkan resiko terkena diabetes pada dikala remaja nanti.
  • Memperburuk persoalan sendi dan tulang. Kelebihan berat tubuh menunjukkan tekanan yang hiperbola pada sendi dan tulang. Hal ini sanggup menganggu pertumbuhan tulang dan sendi.
  • Efek psikologis. Biasanya anak yang menderita obesitas mempunyai persoalan krisis kepercayaan diri

    dan menjadi minder.

Cara mencegah obesitas pada anak

Setelah mengetahui ciri-ciri dan dampak obesitas pada anak, perlu dilakukan pencegahan sehingga persoalan obesitas ini tidak berlarut-larut. Beberapa cara mencegah obesitas pada anak antara lain :
  • Pengurangan waktu nonton tv dan bermain gadget. Pengawasan ekstra dari orang bau tanah dalam hal ini sangat penting alasannya ialah dengan terlalu sering duduk didepan tv akan menciptakan si anak kurang bergerak dan beraktivitas. Orang bau tanah sanggup mengajak anak bermain diluar, berkebun atau berolahraga. Pada dasarnya belum dewasa mencontoh apa yang dilakukan oleh orang bau tanah jadi mulailah mengurangi kegiatan menonton tv dan bermain gadget para orang tua.
  • Selektif dalam menentukan makanan. Anak-anak sangat suka sekali dengan kuliner elok dan yang mengandung zat pewarna. Orang bau tanah harus ekstra hati-hati dan benar-benar selektif dalam menentukan kuliner yang masuk kedalam perut anak-anak. Biasakan untuk menciptakan kuliner sendiri untuk dikonsumsi belum dewasa dengan perbandingan 90 untuk kuliner sehat ibarat sayuran dan buah-buahan dan 10 persen untuk kuliner yang disukai anak-anak. Tujuannya biar belum dewasa terbiasa dengan kuliner sehat.
  • Mengubah kebiasaan buruk. Biasakan untuk membawa bekal ke kawasan kerja menjadi pola belum dewasa biar mau membawa bekal ke sekolah sehingga gizi dan nutrisi anak menjadi terkontrol dan menghindarkan dari jajan diluar. Selain itu, mulai membiasakan untuk makan di meja makan dan tidak didepan tv atau gadget. Batasi atau beri jadwal khusus untuk menonton tv dan bermain game.

Mungkin bagi sebagian besar orang bau tanah bahagia sekali mempunyai belum dewasa yang gemuk atau chubby alasannya ialah terlihat lucu dan menggemaskan tetapi apakah hal itu baik bagi kesehatannya dimasa depan? Pemikiran mempunyai anak yang banyak makan dan terlihat gemuk ialah hal yang membanggakan perlu dirubah. Mulailah memperhatikan gizi dan nutrisi yang dikonsumsi anak alasannya ialah kalau orang bau tanah memang sayang terhadap anaknya tidak akan membiarkan anak terjangkit banyak sekali macam penyakit degeneratif di masa dewasa.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
Bramardianto.com
Carakhasiatmanfaat.com
Motherandbaby.co.id
Health.detik.com
Obatdiabetes.com
Dw.com
Ilmupengetahuanumum.com
Hellosehat.com
Cnnindonesia.com
Rumahtipsmenarik.blogspot.com