Manfaat Dan Kegunaan Terapi Bekam

Banyak orang ingin tau perihal terapi bekam sehabis melihat tanda bundar merah pada atlet Olimpiade menyerupai Michael Phelps selama Olimpiade kemarin. Bekam intinya ialah sebuah terapi yang memakai teknik hisap dari cup (cangkir) untuk mencapai hasil yang diinginkan. 

Banyak orang ingin tau perihal terapi bekam sehabis melihat tanda bundar merah pada atlet O Manfaat dan Kegunaan Terapi Bekam
Bekam bermanfaat untuk merangsang pedoman darah, mengurangi rasa sakit, dan memperlihatkan banyak imbas kesehatan lainnya. Namun, sebelum mencoba terapi bekam untuk diri sendiri, ada baiknya anda memahami apa itu bekam, dipakai untuk apa, serta apa manfaat dari bekam.

Apa Itu Terapi Bekam?

Terapi bekam ialah menempatkan sebuah cup plastik pada kulit dan memompa udara keluar dari ruang di dalam cup. Hal ini membuat hisap yang memecah kapiler, pembuluh darah kecil di bersahabat permukaan kulit, dan hasil warna merah (atau ungu) yang menjadi tanda akan kondisi kesehatan anda.

Ada dua jenis terapi bekam: berair dan kering. Terapi kering memakai cup hisap saja. Terapi berair (lebih sering dipraktekkan dalam pengobatan Persia, disebut Hijama), memakai darah di dalam cup hisap.

Terapi kering sanggup dilakukan dengan dua cara, di area tunggal (juga disebut terapi statis), dan dengan memindahkan cup di beberapa tempat (lebih menyerupai pijat tetapi dengan hisap bukannya tekanan).

Asal Usul Terapi Bekam

Catatan sejarah mendokumentasikan bekam dipakai dalam pengobatan China lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Catatan lain memperlihatkan bahwa orang Mesir kuno dan Yunani memakai terapi ini juga.

Hippocrates, yang dikenal sebagai bapak kedokteran, bahkan menggunakannya. Saat ini, bekam dipraktekkan sebagai penggalan dari tradisional Oriental (China, Korea, dan Jepang) dan obat-obatan Persia.

Sebelum ada cup hisap berbahan plastik, praktisi memakai cup beling dan api (fire cupping). Lantas, memperabukan sepotong kapas di dalam cup yang memakai oksigen dari udara, menimbulkan tekanan udara negatif. Ketika praktisi meletakkan cup pada kulit, kulit di bawah cup akan tersedot ke dalam cup.

Bekam Modern

Di daftar literatur biomedis modern menyebutkan, bekam sebagai alat kesembuhan atau sebagai alat untuk myofascial. Banyak teknik pijat melibatkan manipulasi darah yang mengalir ke otot-otot untuk mengatasi peradangan.

Demikian pula, terapi bekam sanggup melaksanakan hal yang sama untuk area badan dengan jaringan lemak yang kurang, menyerupai punggung dan bahu.

Benarkah Bekam Sembuhkan Penyakit?

Banyak orang, termasuk selebriti dan atlet, menunjukan manfaat dari terapi bekam. Bekam konon bisa mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan penyakit. Namun, dikala diteliti lebih lanjut manfaat bekam belum begitu terlihat, hal ini bisa alasannya beberapa alasan:

1. Perlu Bukti Klinis Lebih Lanjut 

Saat ini, bukti klinis yang mendukung efektivitas bekam untuk nyeri punggung bawah dan nyeri leher belum begitu kuat. Dunia medis merasa perlu bukti klinis yang lebih besar lengan berkuasa sebelum sanggup menyimpulkan bahwa terapi bekam benar-benar ampuh mengatasi duduk perkara kesehatan tersebut.

2. Efek Plasebo

Ketika suatu obat atau pengobatan gres ditemukan, biasanya diuji terhadap pil plasebo-gula menyerupai obat. Hal ini memastikan efektivitas obat benar-benar ada alasannya obat-obatan dan bukan alasannya pasien berpikir mereka telah meminum obat tersebut. Penggunaan plasebo untuk menguji efektivitas bekam sendiri masih kontroversial.

3. Berbeda Tiap Individu

Sakit punggung, misalnya, sanggup diakibatkan dari segudang penyebab, menyerupai linu panggul, hernia, penegangan otot punggung, gangguan sendi, atau postur tubuh, penyebab tersebut berbeda setiap indiviu, hal tersebut yang membuat pengobatan pun berbeda.

Untuk itu, sebelum melaksanakan terapi bekam pastikan untuk: 

  1. Memperhatikan tingkat rasa sakit dan berkomunikasi dengan dokter. 
  2. Hanya mendapatkan terapi bekam dari klinik bersih yang mensterilkan alat-alat mereka, dan membersihkan cup mereka.
  3. Hindari bekam di sekitar kawasan dengan otot sensitif dan saraf. Ini termasuk leher dan rahang.
  4. Jangan mencoba bekam bersahabat luka terbuka dan luka segar.
  5. Hindari bekam jikalau anda tengah mengonsumsi obat pengencer darah atau mempunyai gangguan perdarahan.
  6. Hindari membiarkan cup selama lebih dari 15 menit alasannya risiko sanggup melebihi manfaat pada titik ini.
  7. Selalu konsultasi dengan dokter dan setiap profesional kesehatan lain yang diharapkan sebelum memulai semua jenis terapi, termasuk bekam.

(mw/kr)