Losartan Potassium adalah

Losartan yaitu antagonis reseptor angiostensin II yang reversibel dan tidak kompetitif dengan acara antihipertensi terutama alasannya yaitu blokade secara selektif pada reseptor AT1. Sifat antagonis ikatan angioyensin II pada reseptor AT1 berdampak pada berkurangnya dampak vasokonstriksi dan dampak sekresi aldosteron. Dengan dampak tersebut, losartan sanggup dipakai dalam administrasi hipertensi, khususnya pada pasien yang terjadi perkembangan batuk kalau memakai ACE inhibitor dan mengurangi resiko stroke pada pasien dengan hipertropi ventrikel kiri dan dalam pengobatan diabetes nefropati.

Losartan yaitu antagonis reseptor angiostensin II yang reversibel dan tidak kompetitif de Losartan Potassium

Golongan: Kardiovaskular.

Indikasi Losartan Potassium:

  1. Pencegahan serangan serebrovaskular pada penderita hipertensi dan hipertropi ventrikel kiri
  2. diabetik nefropati pada penderita diabetes tipe 2 dan penderita dengan riwayat hipertensi
  3. hipertensi.

Kontra Indikasi:

  1. Hipersensitif terhadap losartan atau komponen lain dalam sediaan.
  2. Pemberian bersama dengan aliskiren pada penderita diabetes.
  3. Losartan dikontraindikasikan penggunaannya pada masa kehamilan alasannya yaitu mempunyai risiko yang besar pada janin (informasi lebih lanjut lihat kolom perhatian).

Dosis dan Cara Pemakaian:
1. Dosis Dewasa:

  • Pencegahan serangan sebrovaskular pada penderita hipertensi dengan hipertropi ventrikel kiri: rute pertolongan oral; takaran awal 50 mg satu kali sehari,
  • dosis pemeliharaan: 100 mg satu kali sehari, hidroklorotiazid 12,5-25 mg oral sekali sehari sanggup diberikan bersama dengan dengan losartan 50-100mg/hari.
  • Diabetik nefropati pada penderita diabetes tipe 2 dan riwayat hipertensi: rute pertolongan oral.
  • dosis awal 50 mg sekali sehari, takaran pemeliharaan 100 mg sekali sehari (dosis sanggup diubahsuaikan dengan tekanan darah).
  • Erythrocytosis: rute pertolongan oral 25-50 mg/hari.
  • Gagal jantung: rute pertolongan oral; takaran awal: 12,5 mg sekali sehari, takaran sanggup ditingkatkan menjadi 25mg lalu menjadi 50 mg dengan interval waktu 7 hari.
  • Hipertensi: rute pertolongan oral; takaran awal: 50 mg sekali sehari (dosis lebih rendah, yaitu 25mg, sanggup diberikan pada penderita dengan risiko penurunan volume intravaskuler, antara lain pada penderita dengan kombinasi terapi diuretik atau gangguan fungsi hati), dan takaran pemeliharaan: 25-100 mg sekali sehari atau dibagi dalam 2 kali.
  • Dosis pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (perhatikan kolom peringatan).

2. Dosis Anak-anak:

  • Alport syndrom (seperti nefritis turunan): rute pertolongan oral; 0,44-2,23 mg/kg/hari; takaran maksimum pada penderita dengan berat tubuh dibawah 50kg yaitu 50mg/hari; sedangkan pada penderita dengan berat tubuh 50 kg atau lebih yaitu 100mg/hari.
  • Hipertensi: rute pertolongan oral 0,7 mg/kg satu kali per hari. takaran maksimum 50mg/hari.
  • Efektivitas dan keamanan penggunaan takaran lebih dari 1,4 mg/kg atau lebih dari 100 mg/hari belum diketahui.
  • Penderita (usia 14 bulan hingga dengan 16 tahun) dengan dilatasi aortic akibat
  • Marfan’s syndrome: takaran awal 0,6 mg/kg/hari dan sanggup ditingkatkan menjadi maksimum 1,4 mg/kg/hari. Dosis maksimum 100mg/hari.

Efek Samping Losartan Potassium:
A. Efek samping yang sering terjadi:

  1. Kardiovaskular: nyeri dada, hipotensi.
  2. Sistem endokrin dan metabolisme: hiperkalemia, hipoglikemia.
  3. Gastrointestinal: diare.
  4. Hematologik: anemia.
  5. Neurologik: asthenia, pusing.
  6. Respiratori: batuk.
  7. Genitourinari: infeksi kanal kencing.
  8. Sistem otot dan rangka: lemas, nyeri punggung.
  9. Lain-lain: lemas.

B. Efek samping yang serius:

  1. Hepar: hepatotoksisitas.
  2. Sistem otot dan rangka: rabdomyolitis.
  3. Renal: gagal ginjal akut.
  4. Lain-lain: angioedema.

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Kejadian cedera pada janin dan bayi (yaitu prematuitas, retardasi pertumbuhan intrauterin, oligohidramnios, gagal ginjal, anuria, tengkorak neonatal hipoplasia, hipotensi, patent ductus arteriosus) dan maut telah dilaporkan pada penggunaan trisemester kedua dan ketiga kehamilan, sehingga hentikan sesegera mungkin ketika penderita terdeteksi hamil.
  2. Angioedema (termasuk pembengkakan pada laring) yang menyebabkan obstruksi jalan nafas atau pembengkakan pada wajah, bibir, faring, lidah, juga dilaporkan walaupun angka kejadiannya jarang.
  3. Penderita dengan angioedema mempunyai riwayat angioedema dengan obat lain, misalnya: golongan penghambat ACE.
  4. Hindari penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (yaitu, GFR kurang dari 60 mL/menit),.
  5. Penggunaan bersamaan dengan obat berikut sanggup meningkatkan risiko terjadinya hipotensi, syncope, dan gangguan fungsi ginjal: obat golongan penghambat ACE, dan aliskiren. Sehingga perlu dilakukan pemantauan kondisi penderita.
  6. Penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal sanggup meningkatkan risiko terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit (khususnya hiperkalemia).
  7. Pengurangan takaran perlu dilakukan apabila losartan diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi hepar.
  8. Penggunaan pada penderita dengan renal artery stenosis, baik unilateral maupun bilateral, sanggup menyebabkan peningkatan serum kreatinin dan BUN.

Penggunaan pada perempuan hamil:

  • Risiko pada kehamilan: pada trisemester 1: kategori C; pada trisemester ke 2 dan 3: kategori D.

Penggunaan pada ibu menyusui:

  • Data penggunaan pada insan belum ditemukan sehingga risiko pada bayi belum sanggup dipastikan.

Penggunaan pada anak-anak:

  • dengan GFR <30 mL/menit/1,73 m2 atau penderita dengan usia kurang dari 6 tahun.

Penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal:

  • Penderita dengan GFR 20-50 mL/menit= takaran sama dengan penderita dengan gangguan fungsi normal.
  • Penderita dengan GFR 10-20 mL/menit= takaran awal= 25 mg dan sanggup ditingkatkan sesuai dengan respon.
  • Penderita dengan GFR <10 mL/menit= takaran awal= 25 mg dan sanggup ditingkatkan sesuai dengan respon.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:

  • Tablet salut selaput 50 mg (dlm bentuk tunggal atau kombinasi dengan HCT).
  • Tablet salut selaput 100 mg.
  • Tablet 50 mg.

Penyimpanan dan Stabilitas:

  • Simpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.