Lidokain

Lidokain ialah obat anastesi lokal yang mengakibatkan hilangnya sensasi rasa sakit pada tubuh. Meski begitu, efek Lidokain tidak hingga mengakibatkan Anda hilang kesadaran. Anastesi lokal mencegah tubuh mengirim sinyal ke otak dengan cara menghambat kerja saraf pada bab yang diaplikasikan obat.

Lidokain ialah obat anastesi lokal yang mengakibatkan hilangnya sensasi rasa sakit pada tub Lidokain

Golongan Obat Anestesi

Indikasi:

  1. Anestesi lokal dan terapi akut untuk aritmia ventrikuler alasannya ialah infark miokard.
  2. Analgesik topikal.

Kontra Indikasi Lidokain:

  1. Hipersensitif terhadap lidokain atau komponen yang terdapat dalam formula, hipersensitif terhadap anestesi lokal golongan amida
  2. Adam-stokes syndrome
  3. blok SA/AV/Intraventrikel berat (kecuali pasien dengan pacu jantung artifisial yang berfungsi)
  4. injeksi adonan yang mengandung dextrose dari jagung dan dipakai pada pasien yang alergi terhadap produk jagung.

Efek Samping Lidokain:

  1. Efek bervariasi tergantung pada rute pemberian.
  2. Sebagian besar efek bergantung pada dosis.
  3. Frekuensi tidak dinyatakan.
  4. Kardiovaskuler: aritmia, bradikardi, spasme arteri, kolaps kardiovaskuler, ambang defibrilasi meningkat, udem, flushing, blok jantung, hipotensi, supresi simpul SA, insufisiensi vaskuler (injeksi periartikuler).
  5. SSP: agitasi, cemas, koma, bingung, disorientasi, pusing, mengantuk, eforia, halusinasi, sakit kepala, hiperestesia, letargi, kepala terasa ringan, cemas, psikosis, seizure, bicara tidak jelas, somnolens, tidak sadar.
  6. Dermatologi: angioedema, memar, dermatitis kontak, depigmintasi, udem kulit, gatal, petekia, pruritis, ruam, urtikaria.
  7. Saluran cerna: mual, muntah.
  8. Lokal: iritasi, tromboplebitis.
  9. Neuromuskuler-otot: Okuler: diplopia, perubahan pandangan.
  10. Telinga: tinitus
  11. Pernafasan: bronkhospasme, dispnea, sepresi/henti nafas.
  12. Lain-lain: reaksi alergi, reaksi anafilaksis, sensitif terhadap temperatur ekstrim.
  13. Sesudah aqnestesi spinal: sakit kepala posisional, menggigil, mual, tanda-tanda saraf tepi, pernafasan yang tidak adekuat, pandangan ganda, hipotensi, tanda-tanda cauda equina.
  14. dari hasil postmarketing/laporan kasus: inhalasi: Adult respiratory distress sindrome (ARDS), asistole, disoroentyasi, methemoglobinemia, reaksi kulit.

Peringatan dan Perhatian Lidokain:
Intravena:

  1. Monitoring EKG menetap perlu dilakukan selama pemberian IV.
  2. Gunakan hati-hati pada gagal hati, blok jantung, sindroma Wolff-Parkinson-White, Gagal jantung kronik, hipoksia nyata, depresi pernafasan berat, hipovolemia, riwayat hipertermia malignan, atau shok.
  3. Peningkatan kecepatan ventrikel munkin sanggup terlihat pada pasien dengan fibrilasi atrium.
  4. Koreksi gangguan elektrolit terutama hipokalemia atau hipomagnesemia sebelum dan selama penggunaan.
  5. Koreksi setiap gangguan akhir aritmia ventrikel,.
  6. Monitor dengan ketat tanda dan tanda-tanda toksisitas SSP.
  7. Orang bau tanah cenderung mengalami efek samping SSP dan kardiovaskuler.
  8. Turunkan takaran pada disfungsi hati dan gagal jantung kronis.

Anestestesi suntikan: ikuti teknik pemberian yang tepat,

  1. Larutan yang mengandung pengawet antimikroba jangan dipakai untuk anestesia epidural atau spinal.
  2. Beberapa larutan mengandung bisulfit; hindari pada pasien yang alergi bisulfit.
  3. Perlengkapan resisutasi, obat dan oksigen harus disediakan jikalau terjadi kasus emergensi.
  4. Gunakan produk yang mengandung epinefrin dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan konkret pembuluh darah, gangguan anutan darah, atau selama atau pada penggunaan anestesi umum ( meningkatkan resiko aritmia).
  5. Sesuaikan takaran untuk geriatri, anak, sakit akut, dan pasien terkebelakang.

Topikal:

  1. Jangan diamkan >2 jam pada permukaan tubuh yang luas.
  2. Efek samping yang mengancam jiwa ( denyut jantung tidak teratur, seizure, koma depresi pernafasan, dan kematian) sanggup terjadi jikalau dipakai sebelum mekanisme kosmetik.
  3. Pantau pasien anak kecil secara ketat untuk mencegah kecelakaan tertelan.
  4. Jangan gunakan untuk penggunaan mata atau membran mukus.
  5. Sediaan transdermal: Manfaat dan keamanan pada anak belum ditetapkan untuk anak.
  6. keamanan dan efikasi plester transdermal belum ditegakkan pada anak.
  7. Pengaruh Terhadap Kehamilan Faktor risiko B
  8. Pengaruh Terhadap Ibu Menyusui: Masuk ke ASI dalam jumlah kecil, gunakan dengan hati-hati.
  9. Pengaruh Terhadap Anak-anak: Dosis pada anak harus diturunkan sesuai berat tubuh dan umur.

Dosis dan Cara Pemakaian:

  1. Anestesi lokal injeksi: cukup umur dan anak: bervariasi bergantung pada prosedur, tingkat anestesi yang diinginkan, perfusi jaringan, durasi yang diinginkan dan kondisi fisik pasien: maksimum 4,5 mg/kg/dosis; jangan diulang dalam waktu 2 jam.

Antiaritmia:

  • anak: IV: loading dose: 1 mg/kg (maksimum 100 mg)
  • diikuti dengan infus sanggup diberikan bolus kedua 0,5-1 mg/kg dengan jarak antara bolus dan awal infus >15 menit.
  • Infus: 20-50 mikrogram/kg/menit
  • Gunakan 20 mikrogram/kg/menit pada pasien shok, penyakit hati, henti jantung, gagal jantung ringan,; gagal jantung sedang-berat diharapkan 1/2 loading dose dan kecepatan infus yang lebih lambat untuk menghindari toksisitas.

Dewasa:

  • fibrilasi ventrikel atau takikardi ventrikel tanpa denyut nadi (sesudah defibrilasi, pemberian vasopresor: IV: awal: 1-1,5 mg/kg.
  • Takhikardia; ventrikel refrakter atau fibrilasi ventrikel, ulangan bolus 0.5-0.75 mg/kg setiap 5-10 menit sanggup diberikan setelah takaran awal dengan maksimum 3 dosis.
  • Dosis keseluruhan tidak melebihi 3 mg/kg.
  • Ikuti dengan infus 1-4 mg/menit setelah perfusi.
  • Pada aritmia yang muncul kembali selama infus: bolus 0,5 mg/kg dan nilai ulang infus.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:

  • Krim
  • Injeksi: ampul 50mg/ml; ampul duofit 2%
  • Spray: 10%

Stabilitas dan Penyimpanan:

  • Injeksi lidokain stabil pada suhu ruang.
  • Stabilitas adonan parenteral pada suhu ruang (25°C) ialah masa kadaluwarsa yang tertera pada wadah sebelum dicampur.
  • Bila telah dibuka kestabilan hilang setelah 30 hari.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.