Levofloksasin

Levofloksasin menghambat DNA-girase pada organisme yang sensitif; menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai ganda DNA.

 menghambat relaksasi superkoloid DNA dan memicu kerusakan untai ganda DNA Levofloksasin

Golongan Obat Antibakteri. DNA gyrase inhibitor turunan kuinolon.

Indikasi Levofloksasin:
Sistemik:

  1. Pengobatan bisul ringan, sedang dan berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitive, mencakup CAP (community-acquired penumoniae), termasuk juga MDRSP (multidrug resistant strains of S. pneumoniae)
  2. neumoniae nosokomial
  3. bronchitis kronis
  4. sinusitis basil akut
  5. infeksi terusan urin dengan atau tanpa komplikasi, termasuk juga pyelonepritis akut yang disebabkan oleh E. coli
  6. prostatitis (cronic bacterimia)
  7. infeksi kulit (dengan atau tanpa komplikasi)
  8. untuk profilaksis serangan anthrak (setelah terpapar)

Optalmic:

  1. Pengobatan konjungtivitsi basil yang disebabkan oleh organisme
  2. pengobatan ulcer kornea yang disebabkan oleh basil yang sensitive.

Kontra Indikasi:

  • Hipersensitif terhadap levofloksasin dan hipersensitif terhadap komponen dalam sediaan.

Efek Samping Levofloksasin:

  1. Kardiovaskular: nyeri dada.
  2. CNS: sakit kepala, insomnia, pening, fatigue, nyeri, demam
  3. Dermatologi: pruritus, ruam.
  4. Gastrointestinal: mual, diare, nyeri lambung, konstipasi, dispepsia, muntah, flatulence.
  5. Genitauria
  6. vaginitis.
  7. Hematologi: limfopenia.
  8. Okular: menurunnya daya lihat (sementara), rasa terbakar pada mata (sementara), nyeri ocular (sementara), fotopobia.
  9. Respiratoria: faringitis, dyspnea, rhinitis, sinusitis.
  10. Sistemik: ARF; reaksi alergi; agranulositosis; reaksi anafilaksis;anoreksia; ansietas; aritmia; atralgia; asistes; bradikardi; bronkospasmus; karsinoma; gagal jantung; kerusakan jaringan otak; kolestasis; kolethiasis; konfusi; konjungtifitis; dehidrasi; depresi; kerusakan mata; edema; keanehan EEG; keanehan elektrolit; ensefalopati; eritema multiform; gangren; pendarahan terusan cerna; granulositopenia; halusinasi; stop jantung; hematoma; anemia hemolitik; hemoptisis; gagal hati; hipertensi/hipotensi; infeksi.

Peringatan dan Perhatian Levofloksasin:

  1. Sistemik: Tidak direkomendasikan penggunaan pada anak < 18 tahun.
  2. SSP: menstimulasi terjadinya tremor, malas, konfusi, halusinogen dan kejang.
  3. Hati-hati pada penggunaan pada pasien yang diketahui mengalami gangguan SSP dan gagal ginjal.
  4. Reaksi hipersensitifitas parah; ibarat reaksi anafilaksis
  5. jika terjadi reaksi alergi (gatal-gatal, urtikaria, kulit melepuh, kulit terasa geli) maka hentikan dukungan obat.
  6. Faktor risiko: C
  7. Dilaporkan terjadi arthropaty (hasil pengamatan pada binatang uji, jarang dilaporkan terjadi pada manusia) penggunaan levofloksasin pada ibu hamil.
  8. Efek teratogenik tidak teramati pada binatang uji; walaupun demikian terjadi penurunan berat tubuh maut janin pernah dilaporkan .
  9. Ekskresi obat kedalam ASI belum diketahui; tidak direkomendasikan.

Dosis dan Cara Pemakaian Levofloksasin:

  • Oral, IV: remaja Sinusitis basil (akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 10-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari.
  • Bronkitis kronis (bakteri eksaserbasi akut): 500 mg setiap 24 jam untuk 7 hari.
  • antrax inhalasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 60 hari; dimulai semenjak terpapar.
  • Pneumonia: Community acquired: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari atau 750 mg setiap 24 jam untuk 5 hari (efikasi obat pada dukungan 5 hari untuk MDRSP tidak sanggup dipastikan).
  • Nosokomial: 750 mg setiap 24 jam untuk 7-14 hari.
  • Prostatitis: (cronic bacterial): 500 mg setiap setiap 24 jam selama 28 hari.
  • Infeksi kulit: bisul tanpa komplikasi: 500 mg setiap 24 jam untuk 7-10 hari.
  • Dengan komplikasi: 750 mg setiap 24 jam selama 7-14 hari.
  • Infeksi terusan urin: tanpa komplikasi: 250 mg satu kali sehari selama 3 hari.
  • Komplikasi: termasuk pyelonephritis akut: 250 mg setiap 24 jam untuk 10 hari.
  • Penyesuaian takaran untuk gangguan ginjal: Cl 20-49 ml/menit: awal 750 mg setiap 48 jam Cl 10-19 atau hemodialisis/CAPD: awal 750 mg, diikuti dengan 500 mg setiap 48 jam.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:

  • Infus, Injeksi,
  • Larutan Tetes Mata,
  • Larutan Untuk Oral,
  • Tablet

Stabilitas dan Penyimpanan:
Injeksi Levofloksasin:

  • Vial: simpan pada suhu ruangan
  • terlindung dari cahaya, hasil pelarutan 5 mg/ml dalam larutan yang sesuai sanggup bertahan selama 72 jam jikalau disimpan pada suhu ruangan.
  • Dapat bertahan selama 14 hari jikalau disimpan dalam lemari pendingin.
  • Jika dalam lemari pembeku (frozen) sanggup bertahan selama 6 bulan dan jangan dilakukan pembekuan ulang serta jangan gunakan pemanas untuk mencairkan obat dari proses pembekuan.
  • Sebelum pencampuran: simpan pada < 25°C.

Tablet Levofloksasin:

  • larutan oral: simpan pada suhu 25°C: sanggup direkomendasikan rentang suhu ruangan antara 15°-25°C.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.