Klorpromazin Adalah

Chlorpromazine ialah obat yang termasuk golongan antipsikotik fenotiazina yang bekerja dengan menstabilkan senyawa alami otak. Klorpromazin memblok reseptor dopaminergik di postsinaptik mesolimbik otak. Memblok berpengaruh imbas alfa adrenergik. Menekan pelepasan hormon hipotalamus dan hipofisa, menekan Reticular Activating System (RAS) sehingga mempengaruhi metabolisme basal, temperatur tubuh, kesiagaan, tonus vasomotor dandan emesis.

Chlorpromazine ialah obat yang termasuk golongan antipsikotik  fenotiazina yang bekerja d Klorpromazin

Indikasi Klorpromazin:

  1. Mengendalikan mania, terapi shcizofrenia, mengendalikan mual dan muntah, menghilangkan kegelisahan dan ketakutan sebelum operasi, porforia intermiten akut.
  2. Terapi komplemen pada tetanus.
  3. Cegukan tidak terkontrol, sikap anak 1-12 tahun yang ekplosif dan gampang tersinggung dan terapi jangka pendek untuk anak hiperaktif.

Kontra Indikasi:
Hipersensitifitas terhadap klorpromazin atau komponen lain formulasi, reaksi hipersensitif silang antar fenotiazin mungkin terjadi, Depresi SSP berat dan koma.

Dosis dan Cara Pemakaian Klorpromazin:
Anak 6 bulan:

  • Skizofrenia/psikosis: Oral : 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam

Anak yang lebih bau tanah mungkin membutuhkan 200 mg/hari atau lebih besar. im, iv: 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam, < 5 tahun (22,7 kg): maksimum 75 mg/hari.

  • Mual muntah; Oral: 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam jika diperlukan; im, iv: 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam,< 5 tahun (22,75 kg): maksimum 40 mg/hari, 5-12 tahun (22,7-45,5 jg): maksimum 75 mg/hari.

Dewasa:

  • Shcizoprenia/psikosis; Oral: 30-2000 mg/hari dibagi dalam 1-4 dosis, mulai dengan takaran rendah, lalu sesuaikan dengan kebutuhan.
  • Dosis lazim: 400-600 mg/hari, beberapa pasien membutuhkan 1-2 g/hari. im.,iv.: awal: 25 mg, dapt diulang 25-50 mg, dalam 1-4 jam, naikkan sedikit demi sedikit hingga maksimum 400 mg/dosis setiap 4-6 jam hingga pasien terkendali;
  • Dosis lazim: 300-800 mg/hari.
  • Cegukan tidak terkendali: Oral, im.: 25-50 mg sehari 3-4 kali.
  • Mual muntah: Oral: 10-25 mg setiap 4-6 jam, im.,iv.,: 25-50 mg setiap 4-6 jam.

Orang tua:

  • gejala-gejala sikap yang berkaitan dengan demensia: awal: 10-25 mg sehari 1-2 kali, naikkan pada interval 4-7 hari dengan 10-25 mg/hari, naikkan interval dosis, sehari 2x, sehari 3 kali dst.
  • Bila perlu untuk mengontrol respons dan imbas samping; takaran maksimum: 800 mg.

Efek Samping:

  1. Kardiovaskuler: hipotensi postural, takikardia, pusing, perubahan interval QT tidak spesifik.
  2. SSP: mengantuk, distonia, akathisia, pseudoparkinsonism, diskinesia tardif, sindroma neurolepsi malignan, kejang.
  3. Kulit: fotosensitivitas, dermatitis, pigmentasi (abu-abu-biru).
  4. Metabolik dan endokrin: laktasi, amenore, ginekomastia, pembesaran payudara, hiperglisemia, hipoglisemia, test kehamilan kasatmata palsu.
  5. Saluran cerna: mual, konstipasi xerostomia.
  6. Agenitourinari: retensi urin, gangguan ejakulasi, impotensi.
  7. Hematologi: agranulositosis, eosinofilia, leukopenia, anemia hemolisis, anemia aplastik, purpura trombositopenia.
  8. Hati: jaundice.
  9. Mata: penglihatan kabur, perubahan kornea dan lentikuler, keratopati epitel, retinopati pigmen.

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan depresi SSP.
  2. penyakit hati dan jantung berat.
  3. Hipotensi mungkin terjadi terutama pada pemberian parenteral.
  4. Diskinesia tardif : prevalensi pada orang bau tanah mungkin 40%.
  5. Reaksi ekstrapiramidal lebih umum pada orang bau tanah dan akathisia ialah tanda-tanda yang paling sering muncul.
  6. Bingung, lupa, sikap psikosis, agitasi sering muncul jawaban imbas antikholinergik.
  7. Ortostatik hipotensi alasannya ialah blokade reseptor alfa pada orang bau tanah lebih berisiko.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:

  • Tablet 25 mg, 100 mg.
  • Injeksi 25mg/ml, 2ml

Penyimpanan dan Stabilitas:

  • Injeksi: hindari cahaya, larutan berwana sedikit kuning tidak mengatakan hilangnya potensi, tetapi jika perubahan warna terperinci maka harus dibuang.
  • Pengenceran larutan dengan larutan NaCl fisiologis 1 mg/mL tetap stabil selama 30 hari.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.