Kenali Tanda-Tanda Demam Berdarah Dengue (Dbd), Penyebab Dan Pencegahannya Sebelum Terlambat

DBD atau Demam Berdarah Dengue merupakan jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengan genus Flavivirus yaitu virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit demam berdarah dan demam berdarah dengue sangat berbahaya lantaran sanggup menimbulkan kematian. 


Ciri dan Habitat Nyamuk DBD

Salah satu cara untuk mencegah DBD yaitu dengan mengenali ciri-ciri dan habitat dari nyamuk pembawa virus demam berdarah yaitu nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus. Ciri-ciri dan habitat yang umum dari kedua nyamuk diatas yaitu :
  • Habitat nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus adalah genangan air yang tidak berafiliasi pribadi dengan tanah menyerupai tempayan, baskom bekas atau daerah apapun yang bisa menampung air. 
  • Kedua nyamuk ini tidak bisa hidup di selokan atau got.
  • Aktif mencari mangsa pada pagi dan sore hari
  • Mampu terbang sampai sejauh 100 meter

Gejala Penyakit DBD

Penyakit DBD tidak menular melalui kontak fisik penderitanya, hanya melalui dua jenis nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Namun virus ini gampang sekali menyerang belum dewasa lantaran sistem kekebalan badan mereka yang belum sempurna. Virus dengue memiliki masa inkubasi 3-15 hari dari pertama kali penderita digigit nyamuk pembawa virus. Disusul oleh demam tinggi sekitar 40 derajat Celcius selama 3 hari berturut-turut. 

Gejala penderita DBD bisa dilihat dari tanda-tanda menyerupai berikut ini :

  • Terasa mual
  • Muntah-muntah. Untuk kasus yang sudah parah, penderita bisa mengalami muntah darah.
  • Kelelahan
  • Terasa nyeri pada sendi dan otot
  • Sakit kepala
  • Terasa sakit dibelakang mata
  • Demam tinggi sampai 40 derajat Celcius
  • Mengalami pendarahan ringan menyerupai mimisan, gusi berdarah dan gampang memar
  • Muncul ruam pada kulit dan berwarna merah 3-4 hari sesudah demam

Statistik Korban DBD di Indonesia

Di Indonesia pada tahun 2013 tercatat ada 112.511 kasus DBD dengan 871 korban meninggal dunia. Di tahun berikutnya, 2014, kasus DBD di Indonesia menurun menjadi 71.668 dengan 641 korban meninggal dunia. Dengan banyaknya kasus DBD, menempatkan Indonesia sebagai  negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara dan nomor 2 di dunia sesudah Brasil. Sampai ketika ini belum ditemukan vaksin khusus untuk virus dengue, Pengobatan dan penanganan yang diberikan selama ini hanya sebatas penanganan untuk penurunan demam tinggi, pencegahan kehilangan cairan tubuh dan penghilang rasa nyeri di sendi dan otot.


Penanganan Pertama Penderita DBD

Jika Demam Berdarah Dengue masih pada tahap gejala, sanggup diatasi dengan meminum banyak cairan dan beristirahat. Selain itu, disarankan untuk mengkonsumsi paracetamol untuk penurun panas dan acetaminophen sehingga penderita bisa pulih dalam 2 hari. Namun perlu diperhatikan dalam dukungan obat pereda nyeri. Hindari obat-obatan yang mengandung ibuprofen, aspirin dan sodium karena sanggup memicu pendarahan internal.


Pencegahan DBD

Demam berdarah menjadi penyakit yang banyak memakan korban namun bukan berarti tidak bisa dihindari. Sebagai langkah awal pencegahan penyebaran nyamuk  Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yaitu perlunya pemeliharaan lingkungan sekitar seperti,

  • Ciptakan lingkungan yang higienis dan sehat. 
  • Pastikan sekitar rumah tidak ada daerah air yang tergenang.
  • Pastikan kondisi daerah penyimpanan air selalu tertutup. 
  • Bila perlu gunakan lotion anti nyamuk di pagi dan sore. 
  • Kuras kolam mandi secara teratur sehingga nyamuk tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang biak.
Semua perjuangan perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan terjangkitnya demam berdarah lantaran dalam hal ini yang dipertaruhkan terlalu besar yaitu nyawa kita atau keluarga kita.
Semoga bermanfaat.


referensi :
gejalapenyakit.com
demamberdarah.org
alodokter.com
bukusakudokter.org