Jum’at, 22 April 2016

Jum’at, 22 April 2016. Ini merupakan tanggal Istimewa bagi saya. Kenapa spesial? sempurna hari ini hari jum’at 22 april 2016 ialah hari yang sama ketika saya lahir. Saya lahir hari jum’at tanggal 22 april 1994.

Saya sendiri menganggap ini bukan sebuah kebetulan. Saya menganggap di usia 22 tahun ialah babak gres kehidupan saya. Karena 22 tahun kemudian kita lahir ke dunia ini. Berpindah dari alam rahim ke alam dunia.

Banyak hal yang telah terjadi di hidup saya. tidak sedikit insiden yang menciptakan saya lupa apa arti hidup ini, apa tujuan hidup ini. Beberapa tahun kemudian saya hanya insan yang tidak mempunyai tujuan hidup apapun. Saya menjalankan semuanya diatas kebiasaan orang-orang di lingkungan saya. Saya mengikuti cara mereka, hanya alasannya ingin di nilai oleh mereka. Dan alasannya itu saya harus mengorbankan apa yang saya inginkan.

Beberapa tahun kemudian pun saya jauh dari agama. Meskipun terlihat baik, saya akui itu hanya topeng. Saya baik di hadapan mereka dan lupa ketika berada di daerah yang sepi. Saya tahu ini salah. Banyak kesalahan di hidup saya alasannya saya salah dalam menyikapi hidup ini.

Di Tahun 2015, ini tahun yang luar biasa bagi saya pribadi. Banyak “pencapaian” gres di tahun ini. Tahun sebelumnya saya mulai mempelajari agama saya, mulai ingin memperbaiki semuanya. Dan di beberapa keterangan saya membaca “perbaiki agama mu maka Tuhan akan memperbaiki urusan dunia mu”, Saya mulai rajin ke mesjid dan menghadiri pengajian namun itu semua tidak cukup.

Saya terjatuh lagi ke jurang “kegelapan”, Neraka dunia. Hari-hari penuh dosa dan maksiat. Di Tahun 2015 ini untuk pertama kalinya lagi saya menangis ketika membaca Al-Qur’an, menangis di dalam sholat saya, meratapi semua yang telah terjadi. Di Tahun itu pula, untuk pertama kali dalam hidup saya, saya tamat membaca Al-Qur’an. mungkin berdasarkan kalian ini biasa saja, tapi bagi saya eksklusif ini luar biasa. Di Tahun itu juga saya mulai “mengenali diri” saya, saya temukan tujuan hidup saya, saya temukan apa yang ingin saya capai, saya temukan apa yang harus saya lakukan di dunia ini.

Mengingat beberapa tahun sebelumnya saya pernah mencoba mengakhiri hidup saya. Dalam 1 hari saya pernah 3 kali terseret mobil, ketika saya berpikir saya akan berakhir di sana, ternyata saya masih hidup dan baik-baik saja. Saya melongo di tepi jalan memandangi motor dan badan dengan tatapan kosong. Tidak ada luka sedikit pun di tubuh. Hanya lecet pada beberapa serpihan motor.

Di suatu malam ketika pulang kerja, saya pun pernah memacu motor saya dan niat saya, saya ingin ukiran motor ke kendaraan beroda empat di depan. Anehnya, beberapa meter sebelum menabrak, saya merasa ada yang menarik tangan saya untuk membelokan setangnya. Dan itulah sedikit dongeng hidup saya.

Kalau saya berakhir waktu itu, mungkin saya hanya akan mati konyol dan tidak ada keinginan masuk surga. Niat ingin mengakhiri persoalan di dunia malah menerima persoalan gres di akhirat. Di siksa, direbus. Saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup. saya ingin memainkan tugas saya lebih baik lagi di dunia ini.

Tujuan saya tidak hanya ingin sukses di dunia tapi juga di akhirat. Lewat blog ini saya berharap suatu ketika apa yang saya pernah share di sini sanggup membantu dan menemani saya di gelapnya alam kubur.

oiya mengenai tujuan ini, ini cukup menarik bagi saya. Ketika tujuan kita selaras dengan alam, maka energi alam pun akan menarik kita bertemu dengan orang-orang sempurna dan berada di daerah yang sempurna pula.

Saya benar-benar mencicipi hal itu. Akun sosial media yang dahulu dijadikan daerah maksiat yang penuh kegelapan, kini menjadi akun yang penuh keinginan dan cahaya. Saya bertemu orang-orang andal di sana. Saya banyak menerima pelajaran di sana. Entah itu pelajaran agama atau pun pelajaran bagi hidup saya.

Alasan saya menuliskan sedikit dongeng hidup saya ini sih sederhana, saya ingin orang-orang tetap optimis dengan hidupnya. Karena Yang Mahakuasa selalu bersama kita. Karena rahmat dan hidayah-Nya sanggup turun pada siapa pun. Meskipun hari ini kau merasa aneka macam dosa, percayalah Yang Mahakuasa itu Maha Pengampun. daripada kini hanya terus menambah dosa alasannya tidak mempunyai keinginan mending segera kembali kepada-Nya.

Kalian akan mencicipi hidup yang luar biasa, yang kalian sendiri pun mungkin tidak percaya. hehe

Sudah dulu ya.. Tulisannya. Tahu gak saya menulis goresan pena di atas sambil hampir menangis. Ini goresan pena yang penuh emosi bagi saya pribadi..Tapi entah kenapa saya ingin menuliskannya di sini.. haha

Tetap positif dan optimis ya teman-teman. Hargai orang-orang yang ada disampingmu ketika kau down.. hihi

Maaf kalo sedikit awut-awutan tulisannya.. Saya akan terus mencar ilmu untuk memperbaiki penulisannya.. 🙂