Jangan Khawatir, 10 Tanda-Tanda Mentruasi Ini Gotong Royong Normal

Menstruasi atau haid merupakan rutinitas yang dialami perempuan setiap bulan. Jumlah darah dan cairan yang hilang ketika menstruasi bervariasi dari perempuan satu dan lainnya. Rata-rata usang waktu menstruasi biasanya tiga hingga lima hari.

Selama masa haid, beberapa perempuan tidak mengalami tanda-tanda apapun dan sanggup menjalani kegiatan keseharian secara normal. Namun ada juga perempuan yang harus menanggung banyak sekali jenis masalah. Gejala menyerupai perubahan suasana hati, nyeri punggung dan kram perut, umum dirasakan perempuan ketika menstruasi.

Menstruasi atau haid merupakan rutinitas yang dialami perempuan setiap bulan Jangan Khawatir, 10 Gejala Mentruasi Ini Sebenarnya Normal
Ada juga tanda-tanda lain dari menstruasi yang kebanyakan perempuan alami dari waktu ke waktu. Karena kurangnya pengetahuan, perempuan mungkin mulai khawatir bahwa ada sesuatu yang tidak normal. 
Baca juga: 10 Cara Alami Meredakan Sakit Perut Saat Haid

Nah, mencar ilmu ihwal gejala-gejala yang normal berikut ini akan membantu Anda lebih memahami banyak sekali gosip terkait dengan siklus menstruasi Anda dan mengurangi kekhawatiran yang Anda rasakan. Berikut yaitu 10 tanda-tanda yang normal selama menstruasi yang Anda tidak perlu khawatir.

1. Nyeri payudara

Selama menstruasi, banyak perempuan mengeluh ihwal payudara yang sakit dan nyeri. Selain itu, mungkin ada rasa berat dan nanah di payudara. Gejala-gejala ini sanggup menciptakan perempuan khawatir ihwal kesehatan mereka. Padahal tanda-tanda ini sebetulnya tidak serius. Nyeri payudara terjadi alasannya perubahan hormon dan sekresi progesteron selama menstruasi.

2. Munculnya jerawat

Jerawat yaitu dilema yang biasanya muncul selama haid. Selama menstruasi, ada peningkatan hormon dan androgen dalam tubuh. Hal ini menciptakan kelenjar minyak kulit terlalu aktif, mengakibatkan pori-pori menjadi tersumbat.

3. Pembengkakan di tubuh

Ketidakseimbangan hormon dalam badan dan peningkatan estrogen ketika haid sanggup mengakibatkan akumulasi cairan yang hiperbola di jaringan tubuh, mengakibatkan retensi air. Hal ini sanggup menciptakan pembengkakan dan nanah di bab badan yang berbeda, terutama di kaki, perut dan payudara. Retensi air relatif normal dan cenderung hilang ketika menstruasi berakhir.
Kembung selama siklus menstruasi merupakan insiden umum. Bahkan, 8 dari 10 perempuan rata-rata menderita perut kembung, baik sebelum dan pada awal siklus menstruasi mereka.

5. Gumpalan darah

Banyak perempuan melihat gumpalan kecil darah dalam pemikiran menstruasi mereka. Gumpalan darah ini biasanya normal ketika menstruasi. Gumpalan mungkin merah cerah, merah tua, coklat atau bahkan hitam. Mereka terjadi sebagai bab dari penumpahan normal dari lapisan rahim.

6. Flek cokelat

Melihat keluarnya darah cokelat ketika menstruasi sanggup menciptakan orang khawatir. Tapi Anda tidak perlu khawatir alasannya sebagian besar tidak berbahaya. Keluarnya darah cokelat alasannya oksidasi yang terjadi ketika darah tetap dalam ovarium untuk waktu yang usang dan perubahan warna menjadi cokelat.

7. Mual dan muntah

Banyak perempuan menderita mual ketika menstruasi, dan beberapa benar-benar mengalami muntah. Mual bukan dilema serius, tetapi sanggup menguras dan menciptakan Anda lemah dan lelah. Mual dan muntah terjadi alasannya produksi prostaglandin selama siklus menstruasi. Hal ini mengakibatkan dinding rahim berkontraksi, mengakibatkan mual dan kram.

8. Ketidaknyamanan perut

Selama beberapa hari pertama dari siklus menstruasi, beberapa perempuan mengalami buang air besar yang sering. Ini yaitu hal yang alami dan tidak berbahaya sama sekali.

Sering buang air besar juga terjadi alasannya perubahan hormon. Setelah menstruasi dimulai, badan melepaskan zat kimia yang disebut prostaglandin. Prostaglandin tinggi mengakibatkan lebih banyak kontraksi dan mengakibatkan tanda-tanda diare.

9. Suhu badan naik 

Selama menstruasi, beberapa perempuan mengeluh ihwal suhu badan meningkat. Ini normal. Suhu badan menjadi lebih hangat dari biasanya alasannya fluktuasi hormon selama fase yang berbeda dari siklus menstruasi.

10. Sakit kepala

Ada korelasi bersahabat antara sakit kepala dan perubahan hormonal dalam badan selama siklus menstruasi. Estrogen dan progesteron sanggup mempengaruhi otak, sehingga mengakibatkan sakit kepala. Banyak perempuan migrain dan sakit kepala sebelum atau selama periode menstruasi mereka.

Nah, itu tadi beberapa gejala yang normal muncul selama menstruasi. Gejala-gejala tersebut normal dialami seorang perempuan yang sedang mengalami haid. Bahkan ada sejumlah perempuan yang mencicipi sakit tak tertahankan pada hari pertama haid. 


(mw/kr)