Hal Sederhana Yang Tidak Kita Sadari Sanggup Menggugurkan Dosa Di Bulan Ramadhan !!

Alhamdulillah, tidak terasa beberapa hari lagi kita akan masuk ke bulan ramadhan, bulan yang sanagat sangat special diaman setiap gerak-gerik kita sanggup jadi amal ibadah. Ini merupakan bulan yang sempurna untuk dijadikan momentum perubahan diri menjadi eksklusif yang lebih baik.
Sebelum kita masuk ke bulan ramadhan alangkah lebih baiknya kalau kita mengetahui keutamaan-keutamaan bulan ramadhan.
Hadits ke-1
Dari Salman r.a. meriwayatkan : Pada hari terakhir bulan sya’ban, Rasulullah berkhutbah kepada kami, “Wahai manusia, sekarang telah akrab kepadamu satu bulan yang agung, bulan yang sarat dngan berkah, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan. Inilah bulan yang Tuhan menetapkan shaum pada siang harinya sebagai fardhu, dan sholat Tarawih pada malam harinya sebagai sunnah. 
Barangsiapa ingin mendekatkan dirinya kepada Tuhan pada bulan ini dengan suatu amalan sunnat, maka pahalanya seperti ia melaksanakan amalan fardhu pada bulan-bulan yang lain. Dan barng siapa melaksanakan amalan fardhu pada bulan ini, maka ia akan dibalas dengan pahala seperti telah melaksanakan tujuh puluh amalan fardhu pada bulan yang lain. Inilah bulan kesabaran dan ganjaran bagi kesabaran yang sejati yaitu Surga, bulan ini juga merupakan bulan simpati terhadap sesama. Pada bulan inilah rezeki orang-orang beriman ditambah. Barangsiapa memberi makan (untuk berbuka shaum) kepada orang yang shaum maka kepadanya dibalas dengan keampunan terhadap dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka Jahannam dan dia juga memperoleh ganjaran yang sama sebagaimana orang yang shaum tadi tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang yang shaum itu.”
Kami pun berkata, “Ya Rasulullah! Tidak semua orang diantara kami memiliki sesuatu yang sanggup diberikan kepada orang yang shaum untuk berbuka.”
Rasulullah saw, menjawab, “Allah akan mengaruniakan tanggapan ini kepada seseorang yang memberi buka walaupun hanya dengan sebiji kurma, atau seteguk air atau seisap susu. Inilah bulan yang pada sepuluh hari pertamanya Tuhan menurunkan rahmat, sepuluh hari petengahannya Tuhan memperlihatkan keampunan, dan pada sepuluh hari yang terakhir Tuhan membebaskan hamba-Nya dari api neraka Jahannam. Barangsiapa yang meringankan beban hamba sahayanya pada bulan ini, maka Tuhan Swt. akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah pada bulan ini empat perkara. Dua kasus sanggup mendatangkan keridhaan Rabbmu, dan yang dua lagi kau niscaya memerlukannya. Dua kasus yang mendatangkan keridhaan Tuhan yaitu, hendaknya kalian membaca kalimah thayibah dan istighfar sebanyak-banyaknya. Dan dua kasus yang kita niscaya memerlukannya, yaitu hendaknya kau memohon kepada-Nya untuk masuk Surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka Jahanam. Dan barangsiapa memberi minum kepada orang yang shaum (untuk berbuka), maka Tuhan akan memberinya minum dari telagaku (Haudh) yang sekali minum saja dia tidak akan mencicipi dahaga lagi sehingga dia memasuki surga.” (Hr. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya)
Hadits ke-2
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Umatku telah dikaruniai lima hal yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka: 1. Bau lisan orang yang shaum lebih harum di sisi Tuhan daripada harum kasturi; 2. Ikan-ikan di lautan memohonkan ampunan bagi mereka hingga mereka berbuka shaum; 3. Tuhan menghiasi Surga-Nya setiap hari kemudian berfirman,’Sebentar lagi hamba-hamba-Ku yang shalih akan diangkat segala kesusahan dari mereka dan mereka akan tiba kepadamu’; 4. Syetan-syetan yang jahat akan dibelenggu supaya tidak sanggup bebas menarik hati mereka sebagaimana yang biasa mereka lakukan di luar bulan Ramadhan; 5. Pada malam terakhir bulan Ramadhan mereka yang shaum akan diampuni.” Rasulullah saw. ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah malam itu malam Lailatul Qadar?” Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, tetapi selayaknya seorang pekerja itu diberikan upahnya apabila telah menuntaskan pekerjaannya.” (Hr. Ahmad)
Hadits ke-3
Dari Ka’ab bin Ujrah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Mendekatlah kalian ke mimbar!” Lalu kami pun mendekati mimbar itu. Ketika Rasulullah menaiki tangga mimbar yang pertama, ia berkata,”Amin.” Ketika Beliau Menaiki tangga yang kedua, ia pun berkata, “Amin.” Ketika ia menaiki tangga yang ketiga, ia pun berkata, “Amin.” Setelah Rasulullah saw. turun dari mimbar, kami pun berkata, “Ya Rasulullah, sungguh kami telah mendengar dari engkau pada hri ini,sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.” Rasulullah saw. bersabda, “Ketika saya menaiki tangga pertama, Jibril muncul di hadapanku dan berkata,’Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh keampunan.’ Maka saya berkata,’Amin.’ Ketika saya menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata,’Celakalah orang yang apabila namamu disebutkan, dia tidak bershalawat ke atasmu.’ Aku pun berkata,’Amin.’ Ketika saya melangkah ke tangga ketiga, Jibril berkata, ‘Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk Surga.’ Akupun berkata,’Amin’.” (Hr. Hakim)
Hadits ke-4
Dari Ubaidah bin Shamit r.a., sebetulnya pada suatu hari saat Ramadhan hampir tiba Rasulullah saw, bersabda, “Telah tiba kepadamu bulan Ramadhan, dimana Tuhan melimpahkan keberkahan, menurunkan rahmat dan mengampuni dosa-dosamu, mendapatkan do’a-do’amu, melihat atas perlombaan kau (dalam kebaikan) dan membanggakanmu di hadapan para malaikat. Maka tunjukanlah kepada Tuhan Swt. kebaikanmu. Sesungguhnya orang yang celaka dalah dia yang terhalang dari rahmat Tuhan pada bulan ini.”  (Hr. Thabrani)
Hadits ke-5
Dari Abu sa’id al Khudri r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Setiap hari siang dan malam pada bulan Ramadhan, Tuhan Tabaraka wa Ta’aalaa membebaskan banyak sekali tahanan dari api neraka. Dan bagi setiap orang Islam, setiap hari siang dan malam ada satu do’anya yang dikabulkan.” (Hr.Bazzar-at Targhib)
Hadits ke-6
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang do’a mereka tidak ditolak; do’a orang yang shaum hingga ia berbuka, do’anya seorang imam (pemimpin) yang adil dan do’a orang yang dizhalimi, alasannya yaitu Tuhan mengangkat do’anya itu melintasi awn dan dibukakan baginya pintu-pintu langit dan Tuhan berfirman,”Aku bersumpah demi kemuliaan-Ku, sebetulnya Aku niscaya menolongmu walaupun pada suatu hari nanti.” (Hr.Ahmad)
Hadits ke-7
Dari Ibnu Umar r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Sesungguhnya Tuhan beserta para malaikat-Nya mengirimkan rahmat kepada orang-orang yang makan sahur.” (Hr. Thabrani,Ibnu Hibban-at Targhib)
Hadits ke-8
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Banyak orang yang shaum tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari shaumnya kecuali lapar dan haus, dan abnyak orang yang berdiri (shalat) pada malam hari tetapi tidak memperoleh apa-apa dari sholatnya kecuali letih (karena berjaga malam).” (Hr. Ibnu Majah,Nasai,Ibnu Khuzaimah)
Hadits ke-9
Dari Abu Ubaidah r.a berkata,”Aku telah mendengar Rasulullah saw, bersabda, ‘Shaum yaitu sebagai perisai,selagi dia tidak memecahkan perisai itu’.” (Hr. Nasai,Ibnu majah,Ibnu Khuzaimah, dan Hakim)
Hadits ke-10
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Barangsiapa berbuka (dengan sengaja) satu hari pada siang hari bulan Ramadhan tanpa rukhsah (kebolehan berdasarkan syariat) atau sakit, maka tidak akan sanggup menggantinya walaupun shaum hingga final hayatnta.” (Hr. Ahmad,Tirmidzi,Abu Dawud,Ibnu Majah)
Setelah mengetahui betapa luar biasanya bulan yang satu ini, berikut ada beberapa hal sederhana yang ternyata sanggup menggugurkan dosa-dosa kita di bulan yang suci ini. Sederhana ya sederhana, alasannya yaitu amalan ini biasa kita lakukan jadi bisalah di bilang sederhana.
Hal Sederhana Yang Tidak Kita Sadari Dapat Menggugurkan Dosa Kita di Bulan Ramadhan
1. Bertemu dengan Hari Jum’at dan Bulan Ramadhan serta Sholat Lima Waktu
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara sholat yang lima waktu, antara sholat jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, diantara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no.233)
2. Berpuasa di Bulan Ramadhan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan alasannya yaitu kepercayaan dan mengharap pahala dari Tuhan maka dosanya di masa kemudian akan diampuni.” (HR. Bukhari no.38 dan Muslim no.760)
Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keluarga,harta dan anak sanggup menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan sholat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari no.3586 dan muslim no.144)
3. Qiyamul Ramadhan (sholat teraweh)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaksanakan qiyam Ramadhan (sholat tarawih) alasannya yaitu kepercayaan dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lau akan diampuni.” (HR. Bukhari no.37 dan Muslim no.759)
4. Menghidupkan Sholat Malam pada Lailatul Qadar
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaksanakan sholat pada lailatul qadar alasannya yaitu kepercayaan da mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah kemudian akan diampuni.” (HR. Bukhari no.1901)
Ibnu Rajab Al-Hambaly rahimahullah menandakan bahwa pengampunan dosa pada lailatul qadar yaitu apabila seseorang mendapatkan malam tersebut, sedangkan pengampunan dosa pada puasa Ramadhan dan qiyam Ramadham (sholat teraweh) yaitu apabila bulan Ramadhan telah usai. (Lathaif Al-Ma’arif, hlm.365-366)
5. Membayar Zakat Fitrah 
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sehabis shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara banyak sekali sedekah.” (HR. Abu Daud no.1609 dan Ibnu Majah no.1827 Al-Hafizh Abu)
Seusai shalat diatas maksudnya sehabis sholat idul fitri jadi disarankan membayar zakat sebelum sholat idul fitri.
Sekian warta mengenai Keutamaan Ramadhan dan amalan penggugur dosa di bulan Ramadhan biar bermanfaat. Boleh di share kok. Ingat satu kebaikan yang kita lakukan akan berbuah kebaikan pula buat kita. Terima Kasih. 
Referensi :
Himpunan Kitab Ta’lim Fadhilah Amal karya Maulana Muhammad Zakariya al-Kandahlawi, penggalan Fadillah Ramadhan