Pengertian Fitomenadion

Fitomenadion (Vitamin K) yaitu obat golongan Vitamin. Fitomenadion Meningkatkan sintesis faktor pembekuan darah (II,VII,IX,X) di liver, meskipun prosedur pastinya belum diketahui secara pasti. Menadiol yaitu bentuk yang gampang larut dari vitamin K, Fitonadion memiliki efek yang lebih cepat dan lebih usang dibandingkan menadion; menadiol difosfat natrium memiliki kekuatan setengah dari menadion.

 Fitomenadion Meningkatkan sintesis faktor pembekuan darah  Fitomenadion

Indikasi:
Pencegahan dan pengobatan hipoprotrombinemia yang disebabkan oleh induksi turunan kumarin atau obat lain yang menginduksi defisiensi vitamin K, hipoprotrombinemia yang disebabkan oleh malabsorpsi atau ketidakmampuan untuk mensintesis vitamin K, pendarahan pada bayi

Kontra Indikasi:
Hipersensitifitas terhadap fitonadione dan komponen lain dalam sediaan.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dosis anak-anak:

  • 1-3 tahun: 30 mcg/hari, 
  • 4-8 tahun: 55 mcg/hari, 
  • 9-13 tahun: 60 mcg/hari, 
  • 14-18 tahun: 75 mcg/hari. 

Dewasa:

  • Pria: 120 mcg/hari, 
  • Wanita: 90 mcg/hari. 
  • Pendarahan pada bayi: profilaksis melalui I.M: 0,5-1 mg sehabis 1 jam kelahiran.
  • Pengobatan: I.M ; subkutan: 1 mg/dosis/hari; takaran lebih tinggi mungkin diharapkan jikalau ibu sudah mendapatkan antikoagulan oral. 

Efek Samping:
Cyanosis, hipotensi, pusing, lesi menyerupai scleroderma, hiperbilirubinemia, rasa tidak lezat pada perut, reaksi pada daerah penyuntikan (pada pemberian secara i.v), dyspnea, reaksi anafilaksis, diaforesis, reaksi hipersensitifitas.

Peringatan dan atau Perhatian:

  1. Meskipun kondusif pada bayi yang gres lahir, takaran jangan melebihi 1 mg pada bayi premature alasannya ada risiko anemia hemolitik. 
  2. Pemberian oral dan subkutan lebih aman, pemberian i.v hanya keadaan gawat dan harus sangat perlahan (maksimum 1 mg/menit). 
  3. Efek puncak terlihat dalam 4-8 jam sehabis pemberian per oral. 
  4. Pemberian fitomenadion, terutama bila lebih dari 2,5 mg menjadikan hiperkoagulabilitas dan resisten terhadap efek antikoagulan untuk beberapa hari. 
  5. Untuk mencegah hal tersebut harus dipilih takaran serendah mungkin dan terus pantau kadar protrombin. 
  6. Perlu disediakan heparin (fitomenadion tidak menghipnotis efek heparin) untuk mengatasi hiperkoagulabilitas. 
  7. Tidak menjadikan efek samping menyerupai K3, maka sanggup diberikan pada bayi yang gres lahir atupun penderita defisiensi G.6-PD. 

Interaksi Dengan Obat Lain:
Fitonadione sanggup mengurangi efek koagulan warfarin, pemberian fitonadione secara oral tidak diabsorpsi dengan baik jikalau diberikan bersamaan dengan orlistat.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet Salut 10 mg, Injeksi 10 mg/ml Dalam Ampul 1 ml

Penyimpanan dan Stabilitas:
Simpan pada daerah terhindar sinar, sejuk, hindari pembekuan (freezing ) kedap udara.

Pustaka:
– MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
– ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.