Desmopresin Adalah

Desmopresin meningkatkan cAMP di sel-sel tubulus ginjal sehingga meningkatkan permeabilitas air yang menyebabkan berkurangnya volume urin dan naikknya osmolalitas urin

sel tubulus ginjal sehingga meningkatkan permeabilitas air yang menyebabkan berkurangnya v Desmopresin

Indikasi Desmopresin:

  1. Hemofilia A, dengan kadar faktor VIII lebih besar daripada 5%. 
  2. Diabetes insipidus neurohipofiseal. 
  3. Primary nocturnal enuresis. 
  4. Penyakit von Willebrand tipe 1 (ringan-sedang), dengan kadar faktor VIII lebih besar daripada 5%. 

Kontra Indikasi Desmopresin:

  1. Hipersensitivitas terhadap desmopresin asetat atau komponen-komponen yang terkandung dalam produk desmopresin 
  2. Hiponatremia atau riwayat hiponatremia 
  3. Gangguan ginjal sedang hingga berat (klirens kreatinin <50 mL/menit). 
  4. Kontraindikasi tambahan: penyakit von Willebrand tipe platelet atau tipe 2B (injeksi, intranasal, oral, sublingual)
  5. hiponatremia, polidipsia psikogenik atau habitual, insufisiensi jantung atau kondisi lain yang memerlukan terapi diuretik (intranasal, sublingual)
  6. nefrosis, disfungsi hati berat (sublingual)
  7. primary nocturnal enuresis (intranasal). 

Dosis dan Cara Pemakaian Desmopresin:
1. Hemofilia A dan Penyakit von Willebrand (tipe 1):

  • Bayi dan Anak-anak Usia 3 bulan: IV: 0,3 mcg/kg infus intravena; takaran sanggup diulang jikalau diperlukan; jikalau dipakai sebelum operasi, berikan 30 menit sebelum prosedur.
  • Dosis maksimum IV: 20 mcg. 
  • Catatan: insiden yang tidak dikehendaki menyerupai kejang akhir hiponatremia dilaporkan terutama terjadi pada bawah umur kecil yang memakai regimen takaran ini. 
  • Dibutuhkan pembatasan cairan dan monitoring kadar natrium dalam serum dan output urin.
  • Intranasal (menggunakan spray konsentrasi tinggi [1,5 mg/mL]): bayi dan bawah umur 11 bulan: merujuk pada takaran dewasa. 

2. Hemofilia A dan Penyakit von Willebrand ringan-sedang (tipe 1):

  • Anak-anak Usia 12 tahun dan Dewasa: IV: 0,3 mcg/kg dengan infus pelan; jikalau dipakai sebelum operasi, berikan 30 menit sebelum prosedur. 
  • Dosis maksimum IV: 20 mcv.
  • Intranasal (menggunakan spray konsentrasi tinggi [1,5 mg/mL]):
  • <50kg:150 mcg (1 spray)
  • >50 kg: 300 mcg (1 spray tiap hidung) 
  • Pengulangan penggunaan ditentukan oleh kondisi klinis pasien dan hasil laboratorium 
  • Bila dipakai sebelum operasi, berikan 2 jam sebelum operasi. 

3. Diabetes insipidus:

  • Anak-anak usia <12 tahun: IV, subkutan: tidak ada takaran definitif. 
  • Dosis cerdik balig cukup akal dilarang dipakai pada kelompok ini; kejang akhir hiponatremia sanggup terjadi. Dosis harus diturunkan.
  • Beberapa menyarankan rentang takaran awal 0,1-1 mcg dalam 1 atau 2 takaran terbagi. 
  • Mulai dengan takaran rendah, naikkan sesuai kebutuhan. 
  • Perlu pemantauan ketat kadar sodium serum dan output urin
  • pembatasan cairan direkomendasikan. 

A. Intranasal (100 mcg/mL larutan nasal):

  • bayi dan bawah umur usia 3 bulan s.d. 12 tahun: takaran awal 5 mcg/hari (0,05 mL/hari) terbagi 1-2 kali/hari; rentang: 5-30 mcg/hari (0,05-0,3 mL/hari) terbagi dalam 1-2 kali/hari; sesuaikan takaran pagi dan malam secara terpisah untuk mencapai ritme diurnal penggantian cairan yang cukup. 
  • Anak-anak usia 4 tahun: Oral: takaran awal: 0,05 mg 2 kali sehari, takaran harian total seharusnya dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan untuk memperoleh antidiuresis yang cukup (rentang: 0,3-1,2 g terbagi 3 kali sehari). Pembatasan cairan perlu diobservasi. 
  • Anak-anak 12 tahun dan dewasa: IV, subkutan: 2-4 mcg/hari (0,5-1 mL) dalam 2 takaran terbagi atau sepersepuluh dari takaran pemeliharaan intranasal. Pembatasan cairan harus diobservasi. Intranasal (menggunakan larutan nasal 100 mcg/mL): 10-40 mcg/hari (0,1-0,4 mL) terbagi menjadi 1-3 kali/hari; sesuaikan takaran pagi dan malam secara terpisah untuk mencapai ritme diurnal penggantian cairan yang cukup. 

B. Oral:

  • dosis awal 0,05 mg 2 kali sehari, takaran harian total seharusnya dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan untuk memperoleh antidiuresis yang memadai (rentang: 0,1-1,2 mg terbagi menjadi 2-3 kali/hari). 
  • Pembatasan cairan perlu diobservasi.3. 

C. Nocturnal enuresis:

  • Anak-anak usia 6 tahun: 0,2 mg sebelum tidur malam, takaran sanggup dititrasi hingga dengan 0,6 mg untuk memperoleh respons yang diinginkan. 
  • Asupan cairan seharusnya dibatasi 1 jam sebelum santunan takaran hingga pagi berikutnya, atau minimal 8 jam sehabis santunan dosis. 

Cara santunan Desmopresin:

  1. IM, IV push, subkutan: diabetes insipidus sentral: ambil dari ampul memakai ukuran syringe yang sesuai.
  2. Pengenceran lebih lanjut tidak diperlukan. 
  3. Berikan sebagai injeksi langsung. 
  4. IV infus: untuk pasien Hemofilia A, penyakit von Willebrand (tipe 1), dan mencegah perdarahan operasi pada pasien uremia: infus selama 15-30 menit. 
  5. Untuk perdarahan uremik akut: daoat diinfuskan selama 10 menit. 

Efek Samping Desmopresin:

  1. Neurologis: sakit kepala 
  2. Respiratori: rinitis 
  3. Kardiovaskular: infark miokard Endokrin-metabolik: hiponatremia (jarang), hiposmolalitas (jarang), sindrom intoksikasi air 
  4. Hematologis: trombosis 
  5. Immunologis: anafilaksis (jarang) Neurologis: kejang (jarang). 

Peringatan dan atau Perhatian Desmopresin:

  1. Reaksi alergi dan anafilaksis sudah dilaporkan, meskipun jarang, dengan penggunaan formula intranasal maupun IV. 
  2. Asupan cairan harus diadaptasi pada lansia dan pasien yang sangat muda untuk mengurangi risiko intoksikasi air dan hiponatremia. 
  3. Penggunaan desmopresin dapat, meskipun jarang, menurunkan osmolalitas plasma secara ekstrim, sehingga menyebabkan kejang, koma, dan kematian. 
  4. Gunakan hati-hati pada pasien sistik fibrosis, gagal jantung, disfungsi ginjal, polidipsia, atau kondisi lainnya terkait ketidakseimbangan cairan dan elektrolit akhir hiponatremia potensial. 
  5. Gunakan hati-hati pada pasien dengan penyakit arteri koroner atau penyakit kardiovaskular hipertensif; sanggup menaikkan atau menurunkan tekanan darah sehingga mengubah nilai nadi. 
  6. Pertimbangkan untuk mengganti dari nasal ke larutan intravena jikalau perubahan pada mukosa nasal (edema, scarring) menyebabkan gangguan penyerapan obat. 
  7. Gunakan hati-hati pada pasien yang berisiko membentuk trombus; sudah dilaporkan ada insiden trombotik (trombosis serebrovaskular akut, infark miokard akut), namun jarang. 
  8. Terhadap kehamilan: Kategori risiko B. 
  9. Data yang terbatas mengatakan tidak ada reaksi yang tidak dikehendaki pada ibu atau janin saat desmopresin dipakai selama hamil. 
  10. Sampai lebih banyak warta tersedia, desmopresin seharusnya hanya dipakai jikalau manfaat pada ibu lebih besar daripada potensi risiko pada janin. 
  11. Terhadap ibu menyusui: tidak diketahui apakah desmopresin diekskresi ke dalam air susu ibu. 
  12. Konsentrasi desmopresin (sebagai vasopresin) yang rendah mengatakan ibu yang memperoleh desmopresin mungkin kondusif untuk menyusui. 
  13. Terhadap gangguan ginjal: untuk pasien dengan Clcr <50 mL/menit dikontraindikasikan (rekomendasi pabrik), meskipun demikian, desmopresin sanggup dipakai untuk pasien gagal ginjal akut dan kronis yang mengalami perdarahan uremik atau untuk mencegah perdarahan operasi. 
  14. Hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal ringan alasannya yakni risiko reaksi toksik terhadap obat. 
  15. Terhadap bawah umur dan lansia: lebih peka terhadap intoksikasi air dan hiponatremia sehingga perlu dipantau ketat. 

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:

  • Larutan nasal 0,1 mg/mL, 1,5 mg/mL. 
  • Tablet oral: 0,1 mg, 0,2 mg. 
  • Injeksi parenteral 4 mcg/mL. 

Penyimpanan dan Stabilitas:

  1. Larutan nasal yang mengandung pengawet benzalkonium klorida harus disimpan pada suhu 20-25°C, tidak melebihi suhu 25°C. 
  2. Larutan nasal 1,5 mg/mL harus dibuang 6 bulan sehabis dibuka. 
  3. Larutan nasal yang mengandung pengawet klorobutanol harus disimpan pada suhu 2-8°C. 
  4. Simpan pada suhu antara 2 dan 8°C
  5. ketika sedang bepergian, botol yang masih tertutup stabil selama 3 ahad pada suhu 20-25°C. 
  6. Tablet harus disimpan pada suhu 20-25°C. 
  7. Hindari dari paparan panas atau cahaya berlebihan. 
  8. Injeksi harus disimpan pada suhu 2-8°C.