Cephalexin adalah

Cephalexin ialah antibiotik yang sanggup mengobati sejumlah infeksi bakteri. Membunuh gram positif dan beberapa basil gram negatif dengan mengganggu pertumbuhan dinding sel bakteri.

Cephalexin ialah antibiotik yang sanggup mengobati sejumlah infeksi basil Cephalexin

Indikasi:
Digunakan untuk infeksi sendi dan tulang, infeksi susukan pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi susukan urin, media otitis akut, pencegahan basil endokarditis.

Kontra indikasi:

  1. Hipersensitif terhadap amikasin atau komponen lain dalam sediaan.
  2. Sensitivitas silang dengan aminoglikosida lainnya sanggup terjadi

Dosis dan cara pemakaian:
Dosis lazim

  • anak >1 tahun: oral: 25-100 mg/kg/hari setiap 6-8 jam, maksimum 4g/hari.
  • Dewasa: oral: 250-1000 mg setiap 6 jam: maksimum 4 g/hari.

Dosis untuk indikasi khusus anak >1 tahun oral:

  • furunculosis: 25-50 mg/kg/hari dalam 4 takaran terbagi.
  • Impetigo: 2,5 mg/kg/hari dalam 4 takaran terbagi
  • Media otitis: 75-100 mg/kg/hari dalam 4 takaran terbagi.
  • Pencegahan infeksi endokarditis (gigi, oral, susukan pernapasan): 50 mg/kg selama 30-60 menit sebelum tindakan.
  • Infeksi parah: 50-100 mg/kg/hari dalam 2 takaran terbagi setiap 6-8jam.
  • Abses kulit: 50 mg/kg/hari dalam 4 takaran terbagi (maksimum 4g)

Faringitis streptokokal:

  • infeksi kulit dan struktur kulit: 25-50 mg/kg/hari setiap 12 jam.
  • Anak >15 tahun dan remaja oral: cellulitis dan mastitis: 500 mg setiap 6 jam,
  • furunculosis/abses kulit: 250 mg, 4 kali/hari.
  • Pencegahan infeksi endokarditis (gigi, oral, susukan pernapasan): 2 gram, satu jam sebelum tindakan.

Efek samping:

  1. Efek hematologi: neutropenia, trombositopenia, leukositosis, granulositosis, monositosis, limfositopenia, basofilia, dan leukopenia reversibel.
  2. Efek pada ginjal dan genitourinari: terjadinya peningkatan konsentrasi bun dan kreatinin, disfungsi renal, nefropati toksik.
  3. Efek pada hati: terjadinya peningkatan sgot, alt, gamma glutamil transferase, dan alkalin fosfatase pada serum.
  4. Efek pada gastrointestinal: nausea, muntah, diare, nyeri pada perut, menurunnya nafsu makan, flatulensi, candidiasis.
  5. Efek lain: sakit dada, efusi pleural, infiltrasi pulmonary, batuk, rinitis.
  6. SSP: agitasi, bingung, halusinasi, sakit kepala.
  7. Kulit: angiodema, rash, steven-johnsons sindrom, urtikaria.

Peringatan dan atau perhatian:

  1. Digunakan dengan peringatan terhadap pasien yang hipersensitivitas terhadap penisilin.
  2. Beberapa menyatakan bahwa sefalosporin harus dihindari pada pasien yang mempunyai reaksi hipersensitivitas tipe segera dan tipe delayed terhadap penisilin dan obat lain.
  3. Digunakan dengan peringatan pada pasien yang mempunyai sejarah penyakit, khususnya kolitis.

Bentuk dan kekuatan sediaan:

  • Kapsul: 250 mg dan 500 mg.
  • Tablet: 250 mg, 500 mg, dan 1 g.
  • Suspensi oral: 125 mg/5 ml, 250 mg/5 ml.

Penyimpanan dan stabilitas:

  • Sediaan oral: tablet, kapsul dan suspensi oral sefaleksin harus disimpan pada suhu ruang 15°-30°C,
  • Setelah rekonstitusi suspensi oral harus disimpan pada ruang bersuhu 2°-8°C.
  • Dibuang kalau tidak dipakai lagi selama 2 minggu.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.