Ceftriaxone adalah

Ceftriaxone yaitu obat antibiotik sefalosporin. Ceftriaxone menghambat sintesis dinding sel basil dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein-penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel basil sehingga menghambat biosintesis dinding sel. Bakteri akan mengalami lisis alasannya yaitu acara enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) ketika dinding sel basil terhambat.

 Ceftriaxone yaitu obat antibiotik sefalosporin Ceftriaxone

Indikasi:
Digunakan untuk pengobatan nanah kanal nafas bab bawah, Otitis media basil akut, Infeksi kulit dan struktur kulit, Infeksi tulang dan sendi, Infeksi intra abdominal, Infeksi kanal urin, Penyakit inflamasi pelvic (pid), Gonorrhea, Bakterial septicemia dan meningitis.

Kontra indikasi:

  1. Hipersensitif terhadap seftriakson, komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lainnya.
  2. Neonatus hyperbilirubinemia

Dosis dan cara pemakaian Ceftriaxone:
Infant dan anak: I. M./I.V.

  • Infeksi ringan hingga moderat: 50-70 mg/kgbb/hari dibagi dalam 1-2 takaran setiap 12-24 jam maksimum 2 g/hari; lanjutkan hingga dibawah 2 hari sesudah tanda dan tanda-tanda dari nanah berkurang.
  • Infeksi yang serius: 80-100 mg/kgbb/hari dibagi dalam 1-2 takaran maksimum 2 g/hari; maksimum 4 g/hari.
  • Infeksi gonococcal, uncomplicated: i. M.: 125 mg takaran tunggal.

Gonococcal conjunctivitis, komplikasi: i. M:

  • <45 kg: 50 mg/kgbb/hari takaran tunggal . Maksimum: 1 g.
  • >45 kg: 1 g takaran tunggal.

Gonococcal endokarditis:

  • <45 kg: i.m/i.v. 50 mg mg/kgbb/hari setiap 12 jam. Maksimum: 2 g/hari, untuk sekurangnya 28 hari.
  • >45 kg: I.V. 1-2 g setiap 12 jam untuk sekurangnya 28 hari.

Infeksi gonococcal, diseminasi: im, iv:

  • <45 kg: 25-50 mg/kg bb satu kali sehari; maksimum 1 g.
  • >45 kg: 1 g satu kali sehari; untuk 7 hari.

Meningitis: im; iv

  • Tanpa komplikasi: loading dose 100 mg/kg bb maksimum 4 g, dilanjutkan hingga 100 mg/kgbb/hari dibagi setiap 12-24 jam, maksimum 4 g/hari
  • lama pengobatan yaitu 7-14 hari

Gonococcal dengan komplikasi:

  • <45 kg: 50 mg mg/kg bb diberikan setiap 12 jam, maksimum 2 g/hari
  • lama pengobatan 10-14 hari.
  • >45 kg: 1-2 g setiap 12 jam, usang pengobatan 10-14 hari.
  • Otitis media : i. M.; i. V.: akut: 50 mg/kg bb takaran tunggal, maksimum 1 g.
  • Persistent atau relapsing: 50 mg/kg bb takaran tunggal untuk 3 hari.
  • Std, sexual asault: 125 mg takaran tunggal.
  • Anak > 8 tahun (=45 kg): dan adolesents: epididymitis, akut: I.M: 125 mg takaran tunggal.
  • Anak =15 tahun: chemoprohylaxis untuk kontak resiko tinggi dan pasien dengan penyakit invasiv meningococcal: I.M: 125 mg takaran tunggal
  • Anak > 15 tahun: diberikan takaran dewasa.
  • Dewasa: im.; iv.

Usual takaran im/iv

  • 1-2 g setiap 12-24 jam tergantung tipe dan keparahan infeksi.
  • Meningitis: 2 g setiap 12 jam untuk 7-14 hari.
  • Gonococcal conjunctivitis, komplikasi: im: 1 g takaran tunggal.
  • Gonococcal endokarditis: im., iv: 1-2 g setiap 12 jam untuk kurang dari 28 hari.infeksi gonococcal yang menyebar: i.m/i.v: 1 g satu kali sehari untuk 7 hari
  • Infeksi gonococcal tanpa komplikasi: i.m: 125-250 mg takaran tunggal untuk setidaknya 28 hari.pid: 250 mg takaran tunggal.
  • Surgical prophylaxis: i.v: 1 g 30 menit sebelum operasi.
  • Epididymitis: im: 250 mg takaran tunggal
  • Chemoprophylaxis kontak risiko tinggi dan pasien dengan penyakit invasive meningococcal: i.m: 250 mg takaran tunggal
  • Dialisa peritoneal: 750 mg setiap 12 jam.continuous atau venovenous hemofiltration: diganti 10 mg seftriakson dengan 1 liter filtrat/hari.

Cara pemberian:

  1. Tidak sanggup dicampur dengan aminoglikosida dalam wadah yang sama.
  2. Injeksi i.m. Diberikan pada masa yang luas, konsentrasi 250 mg/ml atau 350 mg/ml diperbolehkan untuk semua ukuran vial kecuali 250
  3. Lama penggunaan: sesuai petunjuk takaran diatas.
  4. Mg; sanggup dilarutkan untuk injeksi i.m dengan 1:1 air dan 1% lidocain.

Efek samping Ceftriaxone:

  1. Kulit: rash.
  2. Saluran cerna: diare.
  3. Hepar: peningkatan transaminase.
  4. Ginjal: peningkatan bun.
  5. Hematologi: eosinophillia; thrombositosis
  6. Leukopenia.
  7. Lokal: nyeri selama injeksi (i.v); rasa hangat, tightnes selama injeksi, diikuti injeksi i.m: agranulositosis, alergi pneumonitis, anafilaksis, anemia, basifilia, bronkospasm, kandidiasis, kolitis, diaphoresis, pusing, flushing, gallstones, glycosuria, sakit kepala, hematuri, anemia hemolitikus, jaundice, leukositosis, mual, nefrolitiasis, neutropenia, phlebitis, pruritus, pseudomembranous colitis, kerikil ginjal, pusing, serum sichness, thrombocitopenia, vaginitis, muntah, peningkatan alkali fosfat, bilirubin dan kreatinin.
  8. Dilaporkan reaksi dengan sefalosporin lainnya termasuk angioderma, anemia aplastik, cholestasis, encephalopathy, erythema multiform, pendarahan, nefritis intertisial, neuromuscular excitability, pancytopenia, paresthesia, disfungsi ginjal, sindroma`steven-johnson, superinfeksi, nefropati toksik.

Peringatan dan atau perhatian:

  1. Penyesuaian takaran untuk pasien dengan penurunan fungsi ginjal.
  2. Penggunaan dalam waktu usang menjadikan superinfeksi.
  3. Pasien dengan riwayat alergi terhadap penisilin khususnya reaksi ige (anafilaktik, urtikaria).
  4. Faktor risiko B pada kehamilan
  5. Ceftriaxone didistribusikan ke dalam air susu, penggunaan pada ibu menyusui harus disertai perhatian.

Bentuk dan kekuatan sediaan:

  • Mengandung 83 mg (3,6 meq) per 1 g seftriakson infus (dilarutkan dalam dextrose) 1 g (50 ml), 2 g (50 ml)
  • Injeksi serbuk dilarutkan dalam aqua proinjeksi 250 mg, 500 mg, 1 g, 2 g, 10 g.

Penyimpanan dan stabilitas:

  • Setelah dilarutkan: stabil pada temperatur 25°C selama 3 hari dan selama 21 hari pada temperatur 50°C.
  • Jangan disimpan dalam lemari pendingin, hindari cahaya matahari langsung.
  • Sebelum dilarutkan: larutan sebelum dicampurkan: simpan -20°C, kalau telah dicairkan, larutan stabil selama 3 hari pada suhu kamar 25°C atau selama 21 hari pada suhu 5°C.
  • Jangan disimpan beku.
  • Stabilitas dalam larutan infus: d5w atau ns 10-40 mg/ml: stabil selama 2 hari pada temperatur 25°C.
  • Stabil selama 10 hari pada lemari pendingin pada temperatur 5°C.
  • Stabilitas dalam larutan infus: d5w atau ns 100 mg/ml: stabil selama 2 ahad pada temperatur 25°C.
  • 10 hari pada refrigerator pada temperatur 5°C.
  • Stabil selama 26 hari kalau dibekukan pada -20°C.
  • Jika telah dicairkan, larutan stabil selama 2 hari pada suhu kamar 25°C atau 10 hari kalau disimpan pada suhu 5°C.
  • 100 mg/ml dalam lidokain 1%: stabil selama 24 jam pada temperatur 25°C.
  • Stabil selama 10 hari pada lemari pendingin pada temperatur 5°C.
  • 250-350 mg/ml dalam d5w atau ns, lidokain 1%, atau swfi: stabil selama 24 hari pada temperatur 25°C.
  • Stabil selama 10 hari pada lemari pendingin pada temperatur 5°C.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.