Cara Menghindari Obesitas Dengan Referensi Makan Yang Sehat Setiap Hari

Obesitas selalu menjadi perbincangan sepanjang waktu. Obesitas seringkali diabaikan dan dianggap hal yang wajar. Padahal obesitas menjadi sumber banyak penyakit. Seorang fisikawan terkenal, Stephen Hawking bahkan tertarik dengan dilema obesitas. Hawking menilai obesitas bisa dihindari dengan contoh hidup sehat. Untuk menghindari obesitas atau menurunkan berat badan, perlu diperhatikan asupan yang masuk kedalam tubuh

Penyebab obesitas

Selain menghindari obesitas, perlu diperhatikan juga faktor-faktor yang mengakibatkan obesitas. Karena akan susah untuk menghindari jikalau tidak diketahui faktor penyebabnya. Menilai dari situasi yang ada di masyarakat kini dimana masyarakat dituntut untuk masuk ke dalam ekonomi kreatif, kemunculan usaha-usaha masakan menjadi semakin menjamur. Berbagai macam jenis gerai kuliner sanggup ditemui dipinggir jalan atau pada spot-spot tertentu. hal ini tentunya sangat menghipnotis contoh makan masyarakat terpelajar balig cukup akal ini. Selain banyaknya gerai kuliner yang muncul, obesitas juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain ibarat :

  • Kebiasaan “kalau belum makan nasi ya berarti belum makan” masih ditanamkan sampai ketika ini. Seberapa banyak pun kuliner yang masuk jikalau tidak berbentuk nasi dianggap tidak makan.
  • Pola makan yang tidak teratur. Pola makan yang tidak teratur biasanya untuk para pekerja kantoran yang sibuk. Tidak sempat sarapan atau telat makan siang menciptakan ‘balas dendam’ pada ketika makan malam. Hal ini mengakibatkan penumpukan kalori alasannya ialah ketika malam aktifitas tidak terlalu banyak.
  • Susah menghindari kuliner dan minuman yang mengandung banyak gula. Kebiasaan mengemil jajanan di sore hari ibarat gorengan dan kuliner ringan anggun kering dipadukan dengan minuman anggun ibarat kopi dan teh.
  • Jarang berolahraga atau tidak rutin berolahraga cepat sekali menambah lingkar perut. Padahal dengan berolahraga 2,5 jam seminggu atau 30 menit setiap harinya bisa membantu metabolisme tetap lancar dan menjaga lingkar perut tidak naik.



Mengatasi obesitas dengan contoh makan yang sehat

Dalam mengatasi obesitas sanggup dilakukan dengan aneka macam macam cara antara lain dengan berolahraga teratur dan menjaga contoh makan dengan kombinasi kuliner yang sehat untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Dengan memperhatikan jenis kuliner dan kandungan dari kuliner di setiap waktu makan, merupakan dasar dari proses dalam mengatasi obesitas atau kegemukan. Setelah mengetahui jenis kuliner untuk sarapan, makan siang dan makan malam selanjutnya menentukan olahraga yang mendukung penurunan berat badan.


Sarapan

Sarapan merupakan acara makan yang paling penting dalam sehari alasannya ialah nutrisi dalam sarapan diharapkan sebagai materi bakar dalam beraktifitas selama seharian. Di Indonesia, hidangan sarapan kebanyakan mengandung kalori yang tinggi ibarat gado-gado, nasi gudeg, nasi campur, lontong sayur dan lain-lain. Mengkonsumsi jenis kuliner ini memang baik untuk tenaga namun gizinya tidak seimbang. Ketika kalori yang hiperbola tidak terbakar seluruhnya akan tertimbun dan menjelma lemak.

Menu sarapan sebaiknya berisi kuliner yang mengandung karbohidrat, kalori dan protein yang menutrisi tubuh dan menghasilkan tenaga serta menciptakan perut kenyang lebih usang sehingga menghindarkan dari impian untuk mengemil atau rubah cemilan yang biasanya dengan buah-buahan. Makanan yang cocok untuk dijadikan hidangan sarapan antara lain, roti gandum, oatmeal, apel, pisang atau strawberry. Dapat dikombinasikan dengan susu rendah lemak dan kopi tubruk tanpa gula.

Makan siang

Untuk orang Indonesia biasanya menentukan makan siang diadaptasi dengan kondisi cuaca ketika itu, msalnya cuaca sedang hambar biasanya hidangan makan siang terdiri dari nasi, sop ayam tempe goreng dan kecap sambel. nasi, lauk dan sayur untuk makan siang. Begitupun ketika cuaca panas, hidangan makan siang biasanya terdiri dari nasi, sayur asem atau sayur bayam, pecak ikan atau ayam goreng.


Sebaiknya untuk makan siang menghindari kuliner yang mengandung banyak lemak. Menu-menu diatas sanggup diganti dengan salad buah dan sayuran, sup ayam (tanpa kulit) atau daging tanpa lemak. Usahakan untuk mengkonsumsi buah sebelum menyantap kuliner supaya perut terisi sehingga porsi makan siang yang masuk sanggup dikurangi.

Makan malam

Masyakarat Indonesia pada malam hari disuguhkan oleh penjual kuliner yang kebanyakan menjual makanan-makanan yang sangat mendukung proses terjadinya obesitas. Jarang sekali pada malam hari ditemukan penjual kuliner sehat kecuali tidak memproses dan mengolah kuliner dengan tangan sendiri atau homemade. Dalam perjuangan menghindari atau menurunkan obesitas biasanya orang berpikir untuk tidak makan alasannya ialah sudah tidak beraktifitas sehingga tidak membutuhkan kalori untuk dibakar.

Lingkar perut normal masih bisa didapatkan asalkan menentukan hidangan kuliner yang sesuai untuk makan malam. Menu makan malam bisa diisi dengan hidangan pilihan ibarat ayam bakar (dada), brokoli kukus, nasi merah, ikan pepes atau kentang rebus. Hindari nasi putih alasannya ialah nasi putih sifatnya adiktif dan mengandung gula yang tinggi.

Seperti yang dijelaskan diatas, untuk mendukung diet sehat dan acara penurunan obesitas atau kegemukan sebaiknya mengurangi konsumsi kuliner yang dijual di pinggir jalan. Kurangi kebiasaan jajan makanan-makanan yang sedang trend. Karena selain kandungan kalori yang tinggi juga belum terjamin kebersihannya. Sebaiknya kuliner yang dimakan sehari-hari dimasak sendiri dengan materi yang segar dan fresh. Selain itu ganti minyak goreng yang biasa dipakai dengan minyak zaitun atau cuka apel. Yang terakhir yang tidak kalah penting adalah mengunyah kuliner secara perlahan-lahan alasannya ialah mengunyah kuliner secara perlahan menciptakan kuliner terasa lebih nikmat dan perut terasa kenyang lebih usang sehingga menghindarkan dari impian untuk mengemil. Menjaga contoh makan sehat merupakan hal yang gampang direncanakan namun susah dilakukan, diharapkan niat dan janji yang tinggi untuk bisa menurunkan obesitas.

Semoga bermanfaat.

referensi :
theresia-hutapea.blogspot.com
ciricara.com