Cara Mengamati Pertumbuhan Fisik Dan Perkembangan Motorik Bayi

Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik Bayi | Kehadiran seorang bayi tentu sangat diharapkan oleh orangtua manapun. Oleh karenanya, hampir setiap orangtua memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan bayinya.

Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik Bayi Cara Mengamati Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik Bayi
Masa bayi (infancy) terbagi menjadi dua periode, yaitu periode partunate dan periode neonate. Periode partunate berlangsung selama 15 atau 30 menit setelah lahir dan setelah terjadinya pemotongan tali pusat, bayi sudah menjadi individu yang terpisah dan mandiri.

Periode neonate ialah periode bayi. Periode neonate berawal dari putusnya tali sentra yaitu sekitar dua ahad setelah kelahiran. Selanjutnya, bayi akan mengalami pertumbuhan secara fisik, perkembangan motorik, serta perkembangan bicara dan sosial.

A. Pertumbuhan Fisik

Pada periode neonate terjadi penyesuaian terhadap perubahan temperatur di dalam rahim dengan temperatur di luar rahim. Semua organ tubuhnya harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, diantaranya sistem pernapasan. Di dalam rahim, bayi mendapat oksigen dari plasenta dan tali pusat.

Ketika tali sentra tersebut diputuskan maka bayi harus menghirup dan mengeluarkan udara melalui paru­paru. Tangis bayi biasanya terjadi ketika pernapasan dimulai dan paru­parunya mulai berkembang.

Penyesuaian lain dilakukan terhadap makanan. Kegiatan refleks menghisap dan mengunyah belum berkembang tepat pada dikala lahir sehingga bayi perlu beradaptasi untuk mendapatkan makanan yang diperlukan.

Penyesuaian lain, yaitu terhadap sistem pembuangan. Dalam beberapa dikala setelah lahir, organ pembuangan mulai berfungsi, dan akan membuang sampah tubuh atau sisa­-sisa masakan yang sebelumnya disalurkan melalui tali sentra dan plasenta ibu.

Dengan demikian, masa bayi merupakan masa untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penyesuaian terhadap perubahan ini membutuhkan waktu dan usaha. Dalam melaksanakan penyesuaian dengan lingkungan barunya, bayi sering kehilangan berat badan. Hal ini berlangsung sekitar satu minggu. Setelah sanggup beradaptasi dengan lingkungan barunya, berat tubuh bayi akan mengalami kenaikan.

Berat bayi lahir rata­rata 3,5 kg dengan panjang sekitar 50 cm. Berat tubuh akan terus meningkat dengan cepat pada beberapa bulan pertama. Selama tahun pertama, pertambahan berat tubuh bayi sekitar 7 kg dengan pertambahan panjang tubuh kurang lebih 25 cm.

Perubahan proporsi tubuh pada tahun pertama setelah dilahirkan hanya terjadi sedikit sekali. Muka bayi tampak lebih lebar dan pendek alasannya ialah rahang belum berkembang dan gigi belum tumbuh. Tangan, kaki, dan tubuh lebih kecil dibandingkan dengan kepala.

Proses pertumbuhan gigi dimulai ketika berusia 3 bulan, tetapi ini juga tergantung dari keadaan kesehatan, keturunan, status gizi, jenis kelamin anak, dan faktor lainnya.

B. Perkembangan Motorik

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan untuk mengetahui apa saja yang dilakukan anak pada hari hari pertama setelah dilahirkan, menerangkan bahwa 7% waktu dipakai untuk makan, 1% untuk tingkah laris spontan, dan 88% sisanya untuk tidur atau semacamnya. Oleh alasannya ialah itu, masa ini disebut juga sebagai periode tidur.

Fungsi motorik terus mengalami perkembangan sesuai dengan pertambahan umur. Mulai usia 0-3 bulan sudah terlihat perkembangan gerak bernafsu dan perkembangan gerak halus. Gerak kasar, yaitu kemampuan gerakan yang melibatkan sebagian besar bab tubuh dan biasanya memerlukan tenaga alasannya ialah dilakukan oleh otot­otot besar, menyerupai telentang dan tengkurap.

Selanjutnya pada usia yang lebih bau tanah yaitu duduk, berdiri, berjalan, berlari, dan lain sebagainya. Gerak halus, yaitu kemampuan gerakan yang melibatkan bab tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot­otot kecil, contohnya mengedipkan mata, menawarkan reaksi ke arah sumber cahaya, dan sebagainya.

Pada usia 4-6 bulan biasanya sudah bisa menggerakkan kedua tungkai dan lengan pada posisi tengkurap, bisa mengangkat kepalanya dengan tegak ketika tengkurap, menawarkan reaksi dengan melihat ke arah sumber cahaya dan mencari sumber bunyi yang berada di dekatnya, membalas senyum ketika diajak bicara, tersenyum serta mulai mengenal ibu dan orang-­orang yang terdekatnya.


Usia 7-12 bulan, bisa menegakkan kepala ketika didudukkan, bangun dengan berpegangan, meraih benda yang terletak dalam jangkauannya, tertawa/berteriak melihat benda yang menarik, mengenal dan sanggup membedakan antara orang yang sudah dikenal dengan yang belum dikenal serta mengambil benda­benda kecil dengan cara meraupnya.

(mw/cw)