Askep Gangguan Disosiatif Berdasarkan Nanda, Noc Dan Nic

Askep Gangguan Disosiatif ini merupakan lanjutan pembahasan makalah Psikologi kesehatan gangguan disosiatif cuilan ke 4, yang terpaksa di bagi menjadi 4 halaman akhir terlalu panjang dan tidak muat dalam satu halaman tunggal, Pada Halaman 1,2,3 sudah ada pembahasan lengkap Dari BAB I, BAB II dan kini kita lanjutkan BAB III adalah Tentang Asuhan Keperawatan Pada Jenis-Jenis Gangguan Disosiatif beserta Kesimpulan dari keseluruhan Masalah gangguan Disosiatif, termasuk daftar pustaka sumber referensi dan kutipan dalam penulisan makalah psikologi ini.

Untuk anda yang ingin melihat makalah ini secara utuh bisa anda baca melalui tautan-tautan berikut ini :

Bagian 4 : Askep Disosiatif (Di halaman ini)
 ini merupakan lanjutan pembahasan makalah Psikologi kesehatan gangguan disosiatif cuilan  Askep Gangguan Disosiatif Menurut Nanda, Noc Dan Nic

BAB III

Askep Gangguan Disosiatif Menurut Nada Nic Dan Noc 

A. Pengkajian
  • Pengkajian pada riwayat/latar belakang pasien
  • Pengkajian fisik
  • Pengamatan pada penampilan umum dan sikap motorik pasien, contohnya terlihat   cemas atau tidak nyaman ketika duduk
  • Mengkaji Mood dan Afek pasien, ibarat intenritas menangis tanpa sebab, sering teriak, tatapan yang kosong, sering marah-marah
  • Mengkaji konsep diri apakah pasien telah mengalami harga diri rendah atau belum
  • Mengkaji proses dan isi pikir, adakah niat bunuh diri
  • Penilaian dan daya tilik pasien, dinilai dengan kemampuan pasien mengambil keputusan
  • Mengkaji Sensori dan proses intelektual, ingatan pasien yang tidak jelas
  • Mengkaji kebutuhan fisiologis, ibarat kecukupan waktu istirahat, nafsu makan, kebiasaan minum alcohol ataupun penggunaan narkoba 
  • Mengkaji korelasi dan tugas pasien

B.  Diagnosa NANDA

1. Gangguan Interaksi Sosial
Domain 5 :  Persepsi / Kognisi
Class 4     :  Kognisi
Definisi : Ketidakcukupan atau kuantitas hiperbola atau kualitas tidak efektif dari    suatu pertukaran sosial
Karakteristik :
  • Disfungsi interaksi dengan orang lain
  • laporan keluarga adanya perubahan interaksi (gaya, rujukan komunikasi)
  • ketidakmampuan berkomunikasi yang memuaskan dalam keterlibatan sosial (rasa memiliki, kepedulian, minat, maupun sejarah bersama)
  • gangguan proses pikir

NOC

Stress Level
Definisi: Keparahan dari manifestasi fisik maupun ketegangan mental akhir faktor yang mengubah keseimbangan yang ada
Outcome:
  • Keparahan akhir gangguan proses pikir menurun
  • Tingkat kecemasan klien berkurang
  • Klien sanggup mengatasi kelupaan yang dialaminya
  • Klien tidak mengalami disosiasi

 NIC

a. Anxiety Reduction
Definisi:Meminimalkan kekhawatiran, ketakutan, firasat buruk, atau ketidak nyamanan yang berafiliasi dengan sumber yang tidak diketahui dari antisipasi bahaya.
Aktivitas:
  • Bina korelasi saling percaya
  • Gunakan pendekatan yang memberi ketenangan 
  • Bantu klein dalam identifikasi situasi yang mencetus kecemasan
  • Intruksikan klien perihal penggunaan relaksasi
  • Dukung verbalisasi perasaan, persepsi, dan ketakutan
  • Temani klien untuk menjamin keselamatan dan mengurangi rasa takut
  • Dorong keluarga untuk menemani klien
  • Beri isu faktual perihal diagnosis, pengobatan dan prognosis
  • Mendengarkan klien dengan penuh perhatian
  • Kaji tanda kecemasan baik verbal maupun nonverbal
b. Emotional Support
Definisi: Penyediaan keyakinan, penerimaan, dan pemberian selama masa stres.
  
Aktifitas:
  • Eksplorasi apa yang memicu emosi
  • Diskusikan dengan pasien perihal pengalaman emosional
  • Bantu klien dalam mengenali perasaannya ibarat cemas, marah, maupun sedih
  • Gunakan kata-kata yang suportif dan empati
  • Temani klien dan beri rasa kondusif selama periode kecemasan
  • Dukung klien mengekspresikan perasaannya
  • Rujuk klien untuk konseling, kalau perlu
c. Trauma Therapy: child
Definisi: Penggunaan proses interaktif untuk membantu menuntaskan stress berat yang dialami anak.
Aktivitas:
  • Eksplorasi stress berat dan arti stress berat tersebut bagi anak
  • Mengajarkan teknik administrasi stres tertentu sebelum eksplorasi stress berat untuk mengembalikan rasa kendali atas pikiran dan perasaan
  • Bina rasa percaya, rasa aman, dan hak untuk memperoleh isu dengan hati-hati memantau reaksi terhadap pengungkapan
  • Hindari penyebab yang menciptakan anak trauma
  • Bantu identifikasi dan mengatasi perasaanBantu identifikasi dan mengatasi perasaan
  • Bantu anak untuk mengintegrasikan insiden stress berat menjadi pengalaman sejarah dan kehidupan
  • Sediakan sistem dukungan
  • Gunakan teknik relaksasi untuk membantu anak dalam menjelaskan kejadian

2. Distrurb Personal Identity

Definisi : ketidakmampuan untuk mempertahankan dan menuntaskan integrasi dari persepsi diri.
Batasan karakteristik :
  • Ketidakefektifan penampilan peran
  • Perasaan diri yang fluktuatif
  • Tujuan yang tidak jelas
  • Ketidakefektifan koping
  • Bertentangan dengan sifat dirinya
Faktor yang berafiliasi :
==> Psychiatric ( psikosis, depresi, disosiatif disorder
NOC : Identity
Definisi : membedakan antara diri dan bukan dirinya serta karakteristiknya
Indikator :
  • Menunjukkan secara verbal  dan non verbal sikap dirinya
  • Menyatakan secara verbal identitas personalnya
  • Membedakan dirinya dengan orang lain
NIC : Self Awarness Enhancement
Aktivitas :
  • Dorong pasien unutuk mendiskusikan pikiran dan perasaannya
  • Bantu pasien untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang berkontri busi dalam dirinya
  • Bantu pasien untuk mengidentifikasi perasaan dirinya
  • Fasilitasi pasien untuk identifikasi respon yang biasa ditunjukkan terhadap situasi tertentu
  • Bantu untuk observasi atau memikirkan sikap pasien
  • Bantu realisasikan bahwa setiap orang itu unik.
Sekian pembahasan makalah disosiatif dan askep gangguan disosiatif biar bermanfaat. dan ini ia beberapa sumber bacaan dan referensi yang kami gunakan dalam penulisan makalah dan askep ini.
DAFTAR PUSTAKA
  • American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders, DSM-IV, (4th ed., text revision). Washington, DC: American Psychiatric
  • American Psychiatric Association. (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders, DSM-IV(4th ed., text revision). Washington, DC: American Psychiatric.
  • Butcher, J. N., Mineka, S., Hooley, J. M. (2008). Abnormal Psychology: Core Concepts.
  • Dorahy, M. J dan Rhoades, G. (2001) Dissosiative Identity Disorder and Memory Dysfunction. The Current state of experimental research, and its future direction. Clinical Psychology Review, 21, 771-795
  • Hibbert, A. Godwin, A. dan Frances Dear. (2009). Rujukan Cepat Psikiatri. Jakarta: EGC
  • Leksikon. (2001). Istilah Kesehatan Jiwa dan Psikiatri. Jakarta: EGC
  • Townsend, Mary C. (1998). Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan Psikiatri. Jakarta EGC
  • Maldonado J, Butler L, dan Spiegel D. (1998). Treatment for Dissosiative Disorder. New York: Oxford University
  • Videbeck, Sheile L. (2001). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC
  • Tomb, David A. (2004). Psikiatri. Jakarta: EGC
  • Guralnik, O., Schmeidler, J., dan Simeon, D. (2000). Feeling unreal: Cognitive Processes in depersonalization American Journal of Psychiatry, 157 (1), 103-109