Antasida adalah

Antasida menetralkan asam lambung, sehingga pH lambung dan bab duodenal yang erat lambung naik. Dengan menaikkan pH lambung diatas 4, antasida menghambat aktifitas proteolitik pepsin. Antasida tidak melapisi lapisan lambung, tetapi mungkin ada efek astringen lokal. Antasida juga meningkatkan tonus sfinkter esofagus bab bawah. Ion aluminum menghambat kontraksi otot polos, sehingga menghambat pengosongan lambung.

Indikasi Antasida:
digunakan untuk pengobatan hiperasiditas, hiperfosfatemia. untuk pengobatan jangka pendek konstipasi dan gejala-gejala hiperasiditas, terapi penggantian magnesium. Magnesium hidroksida juga dipakai sebagai materi tambahan masakan dan pemanis magnesium pada kondisi defisiensi magnesium sebagai Antasida.

Kontra Indikasi:

  1. Hipersensitivitas terhadap garam aluminum atau bahan-bahan lain dalam formulasi.
  2. Hipersensitivitas terhadap bahan-bahan dalam formulasi, pasien dengan kolostomi atau ileostomi, obstruksi usus, fecal impaction, gagal ginjal, apendisitis.
  3. Pada pasien yang harus mengontrol asupan sodium (seperti:gagal jantung, hipertensi, gagal ginjal, sirosis, atau kehamilan).

Dosis dan Cara Pemakaian Antasida:

  • Dewasa: oral: 600-1200 mg antara waktu makan dan sebelum tidur malam
  • Hiperfosfatemia: anak: 50-150 mg/kg/24 jam dalam takaran terbagi tiap 4-6 jam, titrasi takaran hingga tercapai kadar fosfat dalam rentang normal.
  • Dewasa: takaran awal: 300-600 mg 3 kali/hari bersama masakan
  • Magnesium hidroksida sebagai antasida diberikan dalam takaran hingga dengan 1 g per oral.
  • Sebagai laksatif osmotik magnesium hidroksida diberikan dengan takaran sekitar 2-5 g per oral
  • Dosis hingga dengan sekitar 2 g/oral.
  • Diberikan dengan takaran hingga 500 mg/oral.
  • Diberikan dengan takaran hingga dengan 2 g/oral.
  • Magaldrate diberikan di antara waktu makan dan malam sebelum tidur
  • Dosis sebagai antasida biasanya hingga dengan 1,5 g/oral.
  • Kalsium karbonat mengikat posfat dalam akses cerna untuk membentuk komplek yang tidak larut dan absobsi mengurangi posfat.

Efek Samping:

  1. Gastrointestinal:konstipasi, kram lambung, fecal impaction, mual, muntah, perubahan warna feses (bintik-bintik putih).
  2. Endokrin dan metabolisme: hipofosfatemia, hipomagnesemia.
  3. Kardiovaskuler: hipotensi.
  4. Endokrin dan metabolisme: hipermagnesemia.
  5. Gastrointestinal: diare, kram perut.
  6. Neuromuskuler dan skeletal: kelemahan otot.
  7. Pernapasan: depresi pernapasan.
  8. Kadang-kadang mengakibatkan konstipasi, kembung jawaban pelepasan karbondioksida pada beberapa pasien.
  9. Dosis tinggi dan penggunaan jangka panjang sanggup mengakibatkan hipersekresi lambung dan kembalinya asam (acid rebound).
  10. Kalsium karbonat sanggup mengakibatkan hiperkalsemia, khususnya pada pasien dengan gangguan ginjal atau pada proteksi dengan takaran tinggi.
  11. Alkalosis sanggup juga terjadi jawaban perembesan ion karbonat.

Efek samping lain: bengkak, CHF, hipertensi, takikardi, aritmia, hypotensi, miocardial infark, demam, infeksi, sepsis, perubahan berat badan, asma, sindrom menyerupai flu, hipergikemi, hipoglikemi, pneumonia, depresi pernafasan.

Peringatan dan atau Perhatian Antasida:

  1. Hiperfosfatemia sanggup terjadi pada pengunaan jangka usang atau takaran besar;
  2. intoksikasi aluminium dan osteomalasia sanggup terjadi pada pasien dengan uremia.
  3. Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gagal jantung kongesti, gagal ginjal, edema, sirosi diet rendah natrium, serta pada pasien yang gres saja mengalami perdarahan akses cerna.
  4. Pasien uremia yang tidak mendapatkan dialisis sanggup mengalami osteomalasia dan osteoporosis jawaban deplesi fosfat.
  5. Hati-hati dipakai pada pasien dengan gangguan ginjal berat (khususnya jikalau dosis>50 mEq magnesium/hari).
  6. Hipermagnesemia dan toksisitas sanggup terjadi jawaban penurunan (Clcr<30 ml/menit) sanggup mengakibatkan toksisitasklirens ginjal dari magnesium yang diabsorpsi.
  7. Penurunan fungsi ginjal.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Kaplet: 200 mg, Tablet 200 mg, 250 mg, 300 mg, 325 mg, 400 mg
2. Tablet Kunyah: 250 mg, 300 mg, 400 mg, 500 mg
3. Suspensi: 200 mg/5 ml, 250 mg/5 ml, 300 mg/5 ml, 325 mg/5 ml, 400 mg/5 ml.

Penyimpanan dan Stabilitas:
Simpan dalam wadah rapat
Terlindung dari cahaya.

Pustaka:
– MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
– ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.