7 Cara Mencegah Penyakit Stroke

Stroke merupakan penyakit yang ditakuti di masyarakat. Penyakit ini seolah merenggut kebebasan gerak seseorang, bagaimana tidak penyakit stroke menciptakan penderitanya mengalami kelumpuhan. Tidak banyak orang yang bisa selamat dari penyakit ini, namun penyakit stroke juga bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan juga.

Setelah Kita tahu betapa menyeramkannya penyakit ini, alangkah lebih baik bila kita mengatur ulang gaya hidup kita biar terhindar dari penyakit yang satu ini. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit stroke :

7 Cara Mencegah Penyakit Stroke

1. Kontrol Tekanan Darah

Menurut Dr. Natalia Rost (associate professor of neurology at Harvard Medical School and associate director of the Acute Stroke Service at Massachusetts General Hospital), Tekanan darah tinggi merupakan penyumbang terbesar seseorang terkena penyakit stroke baik laki-laki maupun wanita. Untuk itu kita harus menjaga tekanan darah kita biar tetap normal.

Agar terhindar dari tekanan darah tinggi, Anda bisa mencoba beberapa hal dibawah ini :

  • Kurangi garam pada sajian makan Anda. maksimal konsumsi garam yaitu 1.500 miligram per hari. Tidak noleh lebih.
  • Hindari makanan yang tinggi akan kolesterol ibarat burger, keju dan es krim.
  • Makan 4-5 cup buah dan sayur setiap hari, satu porsi ikan dua atau tiga kali per minggu, susu rendah lemak dan beberapa porsi biji-bijian.
  • Olahraga, minimal 30 menit perhari.
  • Berhenti merokok, jikalau Anda seorang perokok.

Ada baiknya jikalau kita rutin pergi ke dokter untuk selalu mengecek tekanan darah kita. Kalau saya pribadi, setiap 3 bulan selalu pergi untuk donor darah. Selain baik bagi kesehatan, ini juga bisa jadi cara untuk mengetahui tekanan darah kita.

2. Kontrol Berat Badan

Obesitas sering dikaitkan dengan banyak persoalan kesehatan ibarat kolesterol dan diabetes. Bila hal ini terus berlangsung, ini sanggup membahayakan kesehatan bahkan nyawa Anda. Menjaga berat tubuh merupakan salah satu hal mutlak bagi Anda yang ingin mengurangi resiko terkena penyakit stroke.

Tugas Kita berikutnya yaitu menjaga berat tubuh tetap ideal.

Untuk meraihnya, Anda bisa mencoba :

  • Makan kurang dari 1500-2000 kalori per hari.
  • Meningkatkan aktivitas-aktivitas fisik ibarat olahraga, jalan kaki, bermain tennis atau apapun yang sanggup menciptakan Anda lebih aktif.

3. Lebih Banyak Latihan/Olahraga

Latihan atau olahraga berkontribusi pada penurunan berat tubuh dan menurunkan tekanan darah, kedua hal tersebut bisa mengurangi resiko terkena stroke.

Anda bisa mencoba latihan dalam intensitas sedang minimal 5 hari per pekan.

Anda bisa mencoba beberapa hal ini bila Anda ingin memulainya :

  • Berjalan di sekitar rumah atau berkeliling komplek setiap pagi sesudah sarapan 
  • Mulai berlatih fitness di gym bersama teman
  • Ketika latihan atau olahraga, capailah level dimana Anda bernafas dengan keras tapi Anda masih bisa  berbicara
  • Bila memungkinkan pilihlah naik tangga daripada memakai elevator
  • Minimal olahraga 30 meit per hari namun Anda bisa membaginya menjadi beberapa sesi dalam satu hari tersebut.

4. Minum Alkohol (Dalam pengawasan)

Apa yang kau dengar wacana minum alkohol yaitu benar. Menurut Dr. Rost; Sebuah studi mengambarkan jikalau dengan meminum alkohol satu gelas per hari sanggup menurunkan resiko stroke, namun bila Anda meminum lebih dari satu gelas per hari justru akan meningkatkan resiko stroke secara signifikan.

Anda bisa mulai dengan :

  • Minum alkohol satu gelas per hari
  • Jadikan anggur merah sebagi pilihan pertama, alasannya anggur kaya akan resveratrol, dimana ini bisa melindungi jantung dan otak
  • Perhatikan porsinya. Ada baiknya dikonsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu.

Baca juga : Ini Dia Manfaat Lobak Putih Bagi Kesehatan

Cara ke 4 ini tidak berlaku untuk muslim, alasannya sudah terperinci Alkohol itu diharamkan. Masih ada cara lain yang bisa di coba.
5. Atasi Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium yaitu keadaan dimana ritme detak jantung tidak beraturan atau biasa disebut aritmial. Menurut Dr. Rost, orang yang mempunyai fibrilasi atrium mempunyai resiko 5 kali lebih besar terkena stroke.

Untuk mengatasinya Anda bisa periksakan diri Anda ke dokter spesialis. Dokter akan menawarkan perawatan dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk menghilangkan atau mengurangi fibrilasi atrium.

6. Kontrol Gula Darah

Dalam jangka panjang mempunyai gula darah tinggi sanggup menimbulkan pecah pembuluh darah. Bila tidak segera di atasi gula darah yang tinggi juga sanggup menimbulkan stroke.

Untuk itu penting bagi Kita untuk menjaga gula darah tetap normal.

Yang bisa Anda lakukan :

  • Pantau gula darah sesuai isyarat dari dokter.
  • Diet, olahraga dan konsumsi obat-obatan untuk menjaga gula darah tetap normal, tentunya sesuai rekomendasi yang di berikan dokter.

7. Berhenti Merokok

Sudah menjadi diam-diam umum jikalau merokok merupakan salah satu penyebab dari banyak sekali penyakit salah satunya stroke. Merokok sanggup menimbulkan darah mengental dan menimbulkan plak di arteri. “Bersama dengan diet sehat dan olahraga rutin, berhenti merokok akan mengubah gaya hidup Anda dan sanggup mengurangi resiko stroke secara signifikan.”  Lanjut Dr. Rost.

Berhenti merokok merupakan pilihan tepat. Anda bisa melaksanakan terapi di bawah dokter. Memang butuh waktu yang tidak sebentar bagi perokok untuk sepenuhnya berhenti, untuk itu teruslah berjuang jangan menyerah.

Selain kita harus mengetahui cara mencegahnya, mengetahui ciri-cirinya pun merupakan hal penting bagi kita biar Kita dan orang disekitar terhindar dari penyakit yang satu ini. Berikut ciri-ciri stroke :

Ciri-ciri Stroke

  1. Lemah separuh tubuh
  2. Mati rasa pada wajah
  3. Kehilangan penglihatan
  4. Sakit kepala yang tidak biasa dan parah
  5. Mati rasa dan kesemutan
  6. Goyah saat jalan

Pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan pada penderita awal yaitu :

1. Ketahui apakah ini merupakan ciri-ciri stroke atau bukan, Anda bisa memakai metode F.A.S.T

  • F (face)   : Lihat apakah separuh wajahnya lemah?
  • A (arms)   : Apakah ia bisa mengangkat kedua tangannya?
  • S (speech) : Apakah bicaranya masih bisa dimengerti?
  • T (time)   : Bila semua jawabannya mengarah pada ciri-ciri stroke, selanjutnya yaitu segera hubungi dokter terdekat.

Baca juga : 7 Fakta Daging Ayam yang Perlu Anda Ketahui !!

2. Tenang dan tidak panik, ini hal paling penting. Kalau Anda tidak bisa hening maka poin pertama tidak akan bisa dilakukan. Makara tetap tenang.

Dengan mengetahui ciri-ciri dan penanganan awalnya kita bisa jadi lebih tanggap dalam memberi tunjangan pertama kepada orang di sekitar yang terkena serangan stroke.

tumpuan : Harvard Medical School, National Stroke Association (england)