5 Masakan Tinggi Kalori Yang Baik Untuk Menurunkan Berat Badan

Jika berbicara persoalan obesitas, tidak jauh dari yang namanya kuliner alasannya kuliner merupakan faktor yang berkaitan bersahabat dengan kenaikan berat badan. Fungsi utama kuliner yakni sebagai sumber tenaga bagi tubuh semoga sanggup beraktifitas. Makanan juga menawarkan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh kembang.



Namun perlu diperhatikan jenis kuliner yang dikonsumsi oleh tubuh alasannya tidak semua kuliner baik untuk dikonsumsi. Makanan ibarat buah-buahan dan sayuran serta kuliner yang diolah secara direbus merupakan jenis kuliner yang baik untuk dikonsumsi. Sedangkan kuliner yang dioalh dengan cara dibakar, digoreng atau diasapi merupakan jenis kuliner yang tidak baik jikalau dikonsumsi terlalu sering.

Penyebab obesitas

Bagi sebagian orang, contoh makan yang jelek bisa menjadi penyebab utama naiknya berat tubuh seseorang. Pola makan yang jelek menciptakan asupan kalori yang masuk lebih besar dari kalori yang dibakar untuk beraktifitas. Hal inilah yang menimbulkan timbangan tubuh sanggup naik secara drastis. Selain contoh makan yang buruk, ternyata banyak faktor lain yang sanggup menimbulkan naiknya berat badan, antara lain :
  • Tingkat stres yang tinggi. Stres bisa tiba ke siapa saja baik pekerja kantoran, anak sekolah sampai orang tua. Yang menjadi penyebab stress juga bermacam-macam. Yang menjadi fokus yakni imbas jelek stress tersebut. Jika seseorang terjangkit stress, hormon didalam tubuh menjadi kacau. Stres meningkatkan jumlah hormon kortisol dalam tubuh yang berefek pada nafsu makan yang bertambah.
  • Jam tidur yang berkurang. Tubuh insan membutuhkan 5-8 jam untuk mengistirahatkan hampir sebagian besar organnya sehabis seharian beraktifitas. Jam tidur yang kurang menimbulkan tubuh gampang lelah dan cenderung meningkatkan nafsu makan serta impian untuk ngemil lebih besar.
  • Kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obatan diciptakan untuk menyembuhkan aneka macam macam penyakit, namun tidak semua obat-obatan itu kondusif dari imbas samping. Beberapa obat mempunyai imbas samping meningkatkan nafsu makan ibarat obat-obatan anti depresan, steroid dan obat-obatan anti psikotik.
  • Terjangkit penyakit tertentu. Beberapa penyakit juga bisa menimbulkan kenaikan berat tubuh seperti, sindrom ovarium polikistik (SOPK), hipotiroidisme dan sindrom cushing.
  • Kemajuan teknologi dan lifestyle. Kemajuan teknologi bagaikan pedang bermata dua, disatu sisi memudahkan aktifitas insan namun disisi lain menciptakan insan menjadi malas dan kurang melaksanakan aktiitas fisik yang memudahkan tubuh menimbun lemak.
  • Berhenti merokok. Bagi p ara perokok berhenti merokok merupakan hal yang sulit dilakukan alasannya sifatnya yang candu namun sehabis berhenti merokok, biasanya muncul persoalan gres yaitu kenaikan berat badan. Mulut yang biasanya mencicipi rokok akan menagih sesuatu sebagai penggantinya ibarat cemilan atau kuliner kecil.
  • Diet yang terlalu berlebihan. Diet yang hiperbola juga beresiko menaikkan berat tubuh dan untuk mengatasinya bisa dengan cara memberi kelonggaran satu hari untuk makan kuliner yang tidak termasuk dalam aktivitas diet atau kuliner favorit.

Dalam menjaga berat badan, biasanya seseorang akan membatasi konsumsi makanan-makanan yang tinggi kalori alasannya sanggup menimbulkan timbunan lemak saat tidak dibakar. Biasanya yang dihindari yakni jenis-jenis kuliner bagus ibarat biskuit, crackers atau roti. Makanan ibarat gorengan juga harus dihindari alasannya mengandung zat karsiogenik atau pemicu kanker. Namun tidak semua kuliner yang berkalori tinggi menimbulkan berat badan. Berikut 5 kuliner berkalori tinggi yang tidak menciptakan tubuh menjadi gemuk,
  1. Telur. Didalam telur ayam terkandung banyak sekali vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh ibarat vitamin B, vitamin K dan Kolin. Vitamin dan mineral tersebut sanga baik untuk menjaga berat tubuh alasannya mendukung fungsi metabolisme didalam tubuh. dengan metabolisme yang berjalan lancar, secara otomatis tidak terjadi penimbunan lemak alasannya terus dibakar. Telur juga merupakan sumber protein yang biasanya dipakai dalam perjuangan pembesaran massa otot bagi para binaragawan.
  2. Minyak Zaitun. Bahan kuliner yang satu ini merupakan jenis kuliner yang sangat baik bagi tubuh. Selain bisa membantu penderita diabetes type 2, minyak zaitun juga bisa menjaga tubuh tetap langsing alasannya minyak zaitun mengandung banyak sekali omega 3 yang bisa membantu menurunkan berat badan.
  3. Kacang-kacangan. Kacang-kacangan bisa mengenyangkan perut lebih usang alasannya mengandung serat yang tinggi, selain itu kacang-kacangan juga mengandung protein dan asam lemak tak jenuh ganda yang tidak menciptakan gemuk.
  4. Produk olahan susu. Jika banyak orang beranggapan rajin minum susu bikin gemuk ternyata salah. Rajin minum susu menciptakan tubuh lebih sehat itu yang benar. Susu mengandung asam lemak yang disebut dengan CLA (Conjugated Linoleic Acid) yang bisa menurunkan berat tubuh dan menciptakan kenyang lebih lama.
  5. Alpukat. Buah yang satu ini biasanya dikonsumsi sebagai jus, namun perlu diperhatikan semoga tidak ditambahkan gula kedalamnya alasannya akan menjadi tidak sehat. Didalam sepertiga buah alpukat mengandung sekitar 80 kalori, 20 vitamin dan mineral. Buah alpukat juga sanggup menciptakan perut terasa lebih kenyang sehingga membantu aktivitas penurunan berat badan.

Menjaga berat tubuh itu perlu alasannya tubuh yang kita miliki yakni anugerah dari Allah yang harus dirawat dan dijaga. Badan yang sehat juga mendukung semua performa kita dalam beraktifitas. Maka dari itu, mulai dari kini kita harus selektif dalam mengkonsumsi kuliner semoga timbangan tubuh tidak naik secara drastis.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

Indozonehealth
Alodokter.com

Hallosehat.com