4 Kriteria Rumah Sehat Sederhana

Salah satu persoalan pelik di negeri ini ialah belum tercukupinya perumahan untuk masyarakat bawah atau golongan ekonomi lemah. Bagi mereka, rumah sederhana yang murah tapi sehat ialah barang glamor yang masih sulit untuk diwujudkan.

Salah satu persoalan pelik di negeri ini ialah belum tercukupinya perumahan untuk masyaraka 4 Kriteria Rumah Sehat Sederhana

Angin segar untuk cita-cita mempunyai rumah dengan biaya murah kembali mengemuka bersamaan waktunya dengan terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur gres DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Keduanya antara lain dikenal dengan konsep kepemilikan rumah DP 0 rupiah.

Semoga saja keduanya sanggup segera merealisasikan janjinya. Sehingga rumah sederhana yang murah dan memenuhi syarat kesehatan sanggup dimiliki oleh mereka yang belum punya rumah.

Punya rumah sendiri niscaya lebih membahagiakan dari pada contohnya mengotrak rumah dari tahun ke tahun. Meskipun mungkin ukurannya kecil, luasnya terbatas, ataupun bentuknya sederhana ….

Kriteria rumah sehat sederhana

Ngomong-ngomong wacana rumah sehat sederhana, yang ibarat apa sih bersama-sama rumah sehat itu ?

Sustainable Resources Center, sebuah forum nirlaba yang berpusat di Minneapolis, mendefinisikan rumah sehat adalah “a dwelling wherein construction materials, furnishings, and operating systems do not contribute to the ill health of its residents”. Atau sebuah hunian dimana materi bangunan, perabotan, serta sistem yang ada di rumah itu tidak menimbulkan timbulnya kesehatan jelek bagi penghuninya.

Nah dibawah ini ialah beberapa kriteria minimal yang harus ada semoga sebuah rumah disebut sebagai rumah sehat.

#1. Sehat secara fisik. Misalnya mempunyai ventilasi udara dan ventilasi cahaya, lantai yang kering, atap tidak bocor, sanitasi yang baik, kemudahan MCK yang higienis dll. Kriteria rumah sehat secara fisik pada umumnya terkait dengan pencegahan munculnya penyakit dan penularannya .

#2. Sehat secara psikologis. Misalnya antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain terjalin komunikasi yang sehat, masing-masing anggota keluarga mempunyai privacy yang memadai, dll.

#3. Sehat dari segi keamanan. Yaitu memenuhi syarat pencegahan terjadinya kecelakaan baik dari luar maupun dari dalam. Misalnya jarak rumah dari garis sempadan jalan, kontruksi bangunan yang cukup kokoh, antisipatif terhadap ancaman kebakaran, dll.

#4. Sehat dari segi lingkungan. Misalnya lingkungan yang aman, tetangga yang sanggup diajak kerjasama dan saling mengingatkan, jauh dari polusi bunyi atau kebisingan yang mengganggu, dll.

Secara teori, rumah sederhana yang memenuhi kriteria rumah sehat tidak harus glamor dan mahal. Sebuah rumah sederhana dengan harga murah sangat mungkin untuk dibangun dengan tetap memenuhi syarat kesehatan. Apalagi kalau dibangun di kawasan pinggiran kota (sub-urban).

Meski tidak mewah, namun rumah yang sehat akan berdampak nyata bagi penghuni dan lingkungannya, diantaranya :

#1. Rumah terlihat indah
#2. Memberi merasa kondusif dan nyaman bagi penghuninya
#3. Kesehatan anggota keluarga lebih terjaga
#4. Anggota keluarga jadi betah di rumah
#5. Disukai para tamu
#6. Dari sisi ekonomi, rumah sehat lebih tinggi harganya