3 Zat Gizi Penting Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Zat Gizi Penting untuk Tunbuh Kenbang Bayi | Agar tumbuh kembang bayi berjalan dengan optimal, diharapkan asupan zat­zat gizi yang ada dalam makanannya. Zat gizi yang penting yaitu karbohidrat, lemak dan protein.

Zat Gizi Penting untuk Tunbuh Kenbang Bayi 3 Zat Gizi Penting bagi Tumbuh Kembang Bayi

A. Karbohidrat

Karbohidrat (KH) dalam bahasa Inggris disebut carbohydrates atau sering disingkat sebagai carb. Sebagai sumber energi, satu gram karbohidrat setara dengan 4 kkal. Persentase kuliner yang berasal dari karbohidrat lainnya, yaitu sebesar 50-65%. 

Secara garis besar dan praktis, KH dibedakan menjadi dua yaitu gula dan pati. Gula terdiri dari gula alami (natural) dan gula olahan (processed/refined).

Sementara itu, pati juga terdiri dari pati alami (natural) dan pati olahan (processed/refined). Gula alami dan pati alami disebut karbohidrat baik sebab di dalamnya masih terkandung zat­zat gizi mirip vitamin dan mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan.

Sementara, gula olahan dan pati olahan yang zat gizi dan seratnya sudah hilang, biasa disebut karbohidrat jahat.

1. Sumber karbohidrat baik

· Gula alami/natural:

  • buah/sayuran tertentu dan jus 
  • buah­buahan/sayuran tertentu yang berasa cantik madu. 

· Pati alami/natural:

  • gandum kasar, beras merah, beras y tumbuk, kentang, pisang, umbi­umbian, jagung, sagu, dan lain­lain. 

2. Sumber karbohidrat Jahat

· Gula olahan/refined/processed:

  • gula pasir, gula merah, soft drink, selai, permen, biskuit, kue, dan lain­-lain. 

· Pati olahan/ y refined/processed:

  • terigu, pasta, beras putih,tepung beras, maizena, hunkwee, roti utuh, mie, bihun, kue­-kue, dan lain­-lain.

B. Lemak

Lemak sangat diharapkan untuk anak-­anak, terutama lemak yang tepat dikonsumsi dalam jumlah yang tepat pula. Tubuh tanpa asupan lemak menyerupai kendaraan beroda empat melaju tanpa oli, niscaya tidak akan tepat jalannya. 

Jumlah lemak yang dikonsumsi tidak sebanyak karbohidrat, satu gram lemak setara dengan 9 kkal. Jadi, meskipun dikonsumsi dalam jumlah sedikit, lemak mengandung kalori yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, seyogyanya lemak tidak dikonsumsi terlalu banyak. Persentase konsumsi lemak setiap hari sebaiknya tidak lebih dari 20-30%.

Secara struktural, lemak terdiri dari asam lemak dan gliserol. Terdapat dua jenis asam lemak, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.

Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) ialah asam lemak yang terdiri atas rantai karbon yang mengikat semua hidrogen yang diikatnya. Adapun asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acid) ialah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. 

Yang mengandung satu ikatan rangkap disebut asam lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid) dan yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap disebut asam lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid).

C. Protein

Apabila tidak dipakai akan disimpan menjadi lemak. Persentase konsumsi protein yang dianjurkan setiap hari yaitu sekitar 10-20%. Di mana dalam 1 gram protein setara dengan 4 kkal. Jika konsumsi protein hiperbola maka kelebihannya akan disimpan sebagai energi. 

Protein merupakan molekul besar yang terdiri dari rangkaian asam amino. Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial, yaitu asam amino esensial, yaitu asam amino yang dibutuhan untuk proses metabolisme. Zat ini tidak sanggup diproduksi oleh badan sendiri sehingga harus dipasok dari luar dalam bentuk kuliner sumber protein.

Selain itu, terdapat dua asam amino lain yang peranannya sangat penting bagi pertumbuhan bayi, yaitu histidin dan arginin. Asam amino arginin sangat esensial bagi pertumbuhan bayi. Adapun asam amino histidin diharapkan untuk pertumbuhan dan hanya esensial bagi bayi dan anak­-anak.

Sumber protein yang berasal dari kuliner hewani (daging, ikan, susu, keju) mengandung semua asam amino esensial yang diharapkan oleh tubuh.

Makanan lainnya mirip biji­-bijian, kacang-kacangan dan padi-­padian merupakan sumber protein yang baik. Namun, jumlah asam amino esensialnya tidak selengkap pada protein hewani.

Oleh sebab itu, konsumsi protein yang berasal dari flora (protein nabati) seyogyanya dikonsumsi beraneka ragam (terutama vegetarian) sehingga protein essensialnya sanggup saling melengkapi.

(mw/cw)