10 Tanda Dan Tanda-Tanda Awal Kepikunan

Demensia atau kepikunan bergotong-royong bukanlah penyakit, melainkan kumpulan aneka macam tanda-tanda yang mengatakan adanya gangguan otak. Istilah ini sering dipakai untuk merujuk secara umum penurunan kemampuan memori dan dilema kognitif. Hal ini terjadi saat neuron sehat (sel saraf) berhenti bekerja atau sel-sel otak rusak dan mati.

Banyak faktor yang menciptakan seseorang berisiko terkena demensia, menyerupai penuaan dan riwayat keluarga. Faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko kepikunan diantaranya mengonsumsi alkohol, merokok, aterosklerosis, tekanan darah tinggi, serta tekanan darah rendah, tingginya tingkat kolesterol LDL, depresi, diabetes, kadar estrogen yang tinggi, dan juga kadar homosistein (asam amino yang diproduksi oleh tubuh Anda).
Demensia atau kepikunan bergotong-royong bukanlah penyakit 10 Tanda dan Gejala Awal Kepikunan
Ada aneka macam jenis demensia, menyerupai penyakit Alzheimer, demensia vaskular, demensia dengan tubuh Lewy (DLB), penyakit Parkinson, demensia campuran, dan demensia frontotemporal (FTD). Setiap jenis demensia mempunyai tanda dan tanda-tanda yang spesifik. Namun, pada tahap awal, gejalanya ternyata sama. Berikut yakni 10 tanda-tanda dan tanda-tanda awal kepikunan atau demensia.

1. Kehilangam memori jangan pendek
Salah satu tanda pertama yang mengatakan dilema kognitif yakni kehilangan memori. Dalam masalah demensia, tanda-tanda awal penderita kehilangan memori jangka pendek. Misalnya, mereka mungkin lupa kejadian terakhir, lupa nama orang yang mereka kenal atau selebriti, atau tidak bisa mengingat rute atau tempat.

2. Kesulitan berkomunikasi
Indikator awal lain dari demensia yakni mengalami kesulitan berkomunikasi. Dalam istilah sederhana, ini berarti orang tersebut mengalami dilema menjelaskan suatu hal kepada orang lain. Mungkin ada kesulitan dengan komunikasi mulut dan tertulis. Kurangnya kedalaman dan logika dalam percakapan juga sanggup terlihat.
3. Sering bingung
Selama tahap awal, seseorang mungkin sering mengatakan tanda-tanda kebingungan serta kurangnya konsentrasi. Karena kehilangan memori dan kesulitan dengan komunikasi, kebingungan muncul. Kebingungan sanggup terjadi saat mengingat waktu dan kawasan baru.

4. Lupa kawasan menyimpan barang
Kondisi ini baik-baik saja jikalau Anda salah menaruhkan barang Anda, menyerupai kunci kendaraan beroda empat atau ponsel Anda sesekali. Tetapi saat seseorang lebih sering tidak ingat di mana untuk menemukan barang mereka, mungkin mengatakan beberapa jenis dilema kognitif, termasuk demensia alias kepikunan.

5. Mood sering berubah-ubah
Perubahan suasana hati dan menjadi semakin tertekan, curiga, takut atau cemas juga bisa mengatakan demensia. Depresi ringan yakni tanda-tanda umum yang sering dialami orang-orang dengan diagnosis demensia.

6. Kesulitan memahami humor
Tanda awal demensia lain yaitu hilangnya sarkasme atau ketidakmampuan untuk mendeteksi sarkasme. Setiap jenis penyakit neuro degenerative mempunyai tanda-tanda penurunan kemampuan seseorang untuk memahami dan mengenali bahasa tidak langsung, menyerupai sarkasme, humor dan bahkan penipuan.

7. Bingung dan tak bisa mengambil keputusan
Seseorang yang terkena demensia biasanya kesulitan dalam menciptakan keputusan yang sempurna dan menciptakan suatu penilaian. Kapasitas berpikir seseorang mulai memburuk dengan terjadinya demensia, sanggup dilihat pada evaluasi seseorang dan kemampuan logis.

8. Sering jatuh
Orang dengan gangguan kognitif sering tersandung kaki sendiri, yang menjadikan jatuh. Hal ini terjadi alasannya mereka mengalami dilema dengan persepsi visual dan spasial, yang meningkatkan risiko sering jatuh.

9. Kurangnya inisiatif atau apatis
Gejala lainnya yakni kurangnya inisiatif atau apatis. Orang perlahan-lahan mungkin kehilangan minat pada hobi atau acara yang ia lakukan di masa lalu. Sikap apatis umum menjadi tanda-tanda di tahap awal beberapa jenis demensia, termasuk Alzheimer dan demensia frontotemporal.

10. Mengabaikan kebersihan diri sendiri
Demensia juga mempunyai efek pada otak. Orang akan sering lupa untuk menyikat gigi, mandi setiap hari, menyisir rambut mereka, memotong kuku mereka, mengganti pakaian mereka, atau bahkan lupa untuk menyiram bekas BAB.


(mw/kr)