10 Jenis Sakit Kepala Ini Dapat Jadi Berbahaya

Sakit kepala yakni salah satu gangguan yang paling umum dari sistem saraf pusat. Semua orang niscaya pernah menderita sakit kepala dalam hidunya. Bahkan banyak orang yang mengalami sakit kepala secara terus menerus.

Sakit kepala biasanya menyerang rahasia dan tanpa peringatan, mempengaruhi suasana hati dan mengurangi energi Anda. Frekuensi dan intensitas sakit kepala sendiri berbeda dari orang ke orang.

Sakit kepala yakni salah satu gangguan yang paling umum dari sistem saraf sentra 10 Jenis Sakit Kepala Ini Bisa Makara Berbahaya
Ketegangan dikala sakit kepala: Ini yakni jenis yang paling umum dari sakit kepala. Hal ini ditandai dengan nyeri persisten di kedua sisi kepala dan sanggup disertai dengan perasaan berat di kepala dan di belakang mata, serta pengetatan sesekali otot-otot leher.

Migrain: Migrain yakni sakit kepala berdenyut, biasanya mempengaruhi satu sisi kepala. Lampu terang, amis tertentu dan bunyi keras yakni pemicu munculnya migrain. Mual, muntah dan nyeri leher biasanya menyertainya.

Sakit kepala cluster: sakit kepala cluster menyerang selama periode tertentu setiap tahun, di mana mereka terjadi 2 atau 3 kali sehari dan bertahan selama beberapa ahad hingga beberapa bulan.

Orang sering mengabaikan sakit kepala sebagai ketidaknyamanan tak serius yang akan mereda dalam hitungan waktu. Namun tahukah Anda bahwa sakit kepala yang sepertinya tidak berbahaya sanggup mempunyai dampak serius jikalau diabaikan. Berikut yakni 10 jenis sakit kepala berbahaya yang sanggup menandakan jelek bagi kesehatan.

Jenis-Jenis Sakit Kepala Berbahaya

1. Sakit kepala yang menurunkan fungsi penglihatan

Sel raksasa Arteritis (GCA), atau arteritis temporal, yakni gangguan di mana arteri dari kepala Anda menjadi meradang, terutama yang menjalar melalui ubun-ubun Anda.

Sakit kepala dan gangguan penglihatan yakni tanda-tanda yang paling sering dikaitkan dengan GCA, berdasarkan sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Ophthalmology.

2. Sakit kepala petir

Seperti namanya, sakit kepala petir terjadi sangat tiba-tiba menyerupai petir. Jenis sakit kepala ini menimbulkan rasa sakit yang puncak intensitas dalam waktu 60 detik, terus berlanjut dan kemudian mereda biasanya sehabis satu jam.

Sakit kepala petir biasanya merupakan tanda-tanda dari perdarahan subarachnoid. Sakit kepala tiba-tiba yakni penyebab utama dari pendarahan subarachnoid, berdasarkan sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam The Lancet.

Ini yakni kondisi yang berpotensi fatal yang menjadikan arteri otak bengkak, yang jadinya pecah dan berdarah di sekitar otak Anda. Hal ini sanggup berakibat fatal dan juga sanggup menimbulkan stroke.

Baca juga: 10 Cara Alami Menyembuhkan Penyakit Vertigo

3. Sakit kepala progresif 

Jantung memompa darah ke otak melalui arteri. Setelah itu dimanfaatkan oleh otak untuk fungsi dasar, otak mengembalikan kembali darah ke jantung melalui jalan masuk yang disebut sinus vena.

Seringkali, sinus ini tersumbat, menimbulkan kondisi yang disebut trombosis vena serebral (CVT), yang sanggup menimbulkan akumulasi darah, dan perdarahan berikutnya di dalam dan sekitar otak. Ini yakni penyebab utama stroke.

4. Sakit kepala dengan leher & wajah sakit

Arteri karotid yakni empat arteri sepanjang sisi leher Anda yang menawarkan darah dari jantung Anda untuk leher, wajah, indera pendengaran dan kepala. Seringkali, salah satu arteri, memungkinkan darah untuk masuk dan mengisi ruang antara aneka macam lapisan arteri.

Ini disebut diseksi arteri karotid (CAD). Sebagai darah yang terakumulasi, bekuan tersebut mencegah fatwa darah segar dari jantung ke otak. Akhirnya, kondisi ini sanggup mengarah ke penyakit stroke.

5. Sakit kepala pasca hubungan yang berisiko

Sakit kepala yakni tanda-tanda utama Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari 131 pasien dengan HIV primer, 45,8 persen melaporkan sakit kepala, 16 persen melaporkan migrain dan 6,1 persen melaporkan sakit kepala jenis lain, berdasarkan sebuah studi tahun 2000 yang diterbitkan dalam Pain.

Jika Anda menderita sakit kepala primer menyerupai migrain dan sakit kepala sebab tegang, hal ini mungkin tidak menandakan suatu penyakit tertentu. Namun, sakit kepala sekunder menyerupai sakit kepala sinus atau yang berkaitan dengan penyakit lain menyerupai meningitis, biasanya menandakan bahwa HIV telah berkembang, merusak sistem kekebalan badan dan memungkinkan penyakit untuk menyerang.

6. Sakit kepala dengan leher kaku

Meningitis yakni gangguan yang ditandai dengan radang selaput tertentu yang menutupi otak. Hal ini sanggup berakibat fatal sebab lokasi begitu erat dengan otak. Jika Anda mempunyai sakit kepala yang ditandai dengan rasa sakit yang menembak dan leher Anda terasa kaku berlebihan, Anda mungkin menderita meningitis.

Sembilan puluh lima persen pasien meningitis dilaporkan sakit kepala, leher kaku, demam dan disorientasi mental sebagai tanda-tanda utama, berdasarkan sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine.

7. Sakit kepala sehabis cedera

Jika Anda menderita sakit kepala dalam 10 hari pertama dari cedera kepala, Anda mungkin telah menderita gegar otak. Ini yakni salah satu tanda-tanda yang paling sering bertahan sehabis seseorang menderita cedera otak, berdasarkan sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Neurotrauma.

Gegar otak yakni suatu kondisi yang mengganggu fungsi otak normal sehabis menderita segala jenis benturan. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini biasanya tidak mengancam jiwa, meskipun tanda-tanda terkait parah sanggup merusak kualitas dan fungsi hidup seseorang.

8. Sakit kepala selama atau sehabis bekerjasama intim

Ada aneka macam jenis sakit kepala yang terkait hubungan intim. Orang mungkin mengalami sakit kepala selama bekerjasama ketika gairah pada puncaknya. Sakit kepala jenis ini umumnya tidak begitu membahayakan.

Tipe lain dari sakit kepala jenis ini yakni rasa sakit berdenyut yang mungkin terjadi dikala erat dengan orgasme. Ini mungkin merasa persis menyerupai sakit kepala petir, tiba-tiba, sangat menyakitkan dan mencapai puncaknya dalam satu menit.

9. Sakit kepala sehabis acara fisik

Sakit kepala yang terjadi sehabis berjalan, jogging, berolahraga, mendaki tangga panjang, membungkuk atau memindahkan kepala Anda dengan penuh semangat sanggup menjadi tanda dehidrasi.

Jika Anda terlibat dalam banyak latihan fisik tanpa memberi banyak perhatian untuk diet dan asupan air Anda, Anda sanggup menderita kehilangan cairan tubuh parah, dan sakit kepala biasanya merupakan tanda-tanda pertama.

10. Sakit kepala pasca usia 50 tahun

Ketika usia semakin bertambah, Anda menjadi lebih rentan untuk tertular penyakit dan problem kesehatan. Seseorang berusia 50 tahun atau lebih tua, yang tidak mempunyai riwayat sakit kepala atau migrain, akan mengalami sakit kepala hebat.

Jika Anda pernah mengalaminya, segera periksakan kondisi Anda ke dokter. Sebab, ini sanggup memperlihatkan tanda-tanda arteritis giantcell, tumor otak atau perkembangan beberapa jenis lain dari tumor otak.

Nah, itu tadi jenis-jenis sakit kepala yang sebaiknya Anda waspadai. Kenali sakit kepala yang Anda alami. Jika frekuensinya sudah tidak wajar, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan medis lebih lanjut. 

(mw/kr)