10 Faktor Risiko Kanker Dan Cara Menguranginya

Cara Mengurangi Risiko Kanker | Kanker bisa tumbuh di mana saja di setiap pecahan di tubuh. Ini dimulai ketika sel-sel tumbuh di luar kendali dan mendesak sel-sel normal dalam tubuh. Hal ini menciptakan sulit bagi badan untuk bekerja dengan cara yang seharusnya.

 Kanker bisa tumbuh di mana saja di setiap pecahan di badan 10 Faktor Risiko Kanker dan Cara Menguranginya
Kanker sanggup diobati dan itu sudah berhasil terhadap banyak orang. Kanker bukan hanya satu penyakit, melainkan ada banyak jenis kanker. Kanker bisa menyerang di paru-paru, payudara, usus besar, atau bahkan di dalam darah.

Selain itu, kanker tak serta merta hadir begitu saja dalam badan insan tanpa adanya faktor. Faktor-faktor tersebut yang memicu kanker sanggup anda cegah semoga tak berkembang, sehingga risiko terkena kanker pun menjadi rendah.

Lantas, apa saja faktor-faktor tersebut? Berikut ialah rincian faktor risiko yang menyebabkan kanker dan cara menguranginya.

Faktor-Faktor Pemicu Kanker

1. Gizi dan diet

Ada kekerabatan yang berpengaruh antara diet dan kekurangan nutrisi dan banyak kanker. National Academy of Sciences memperkirakan bahwa faktor nutrisi memengaruhi untuk 60 persen perkara kanker pada perempuan dan 40 persen pada pria.

Kanker payudara, usus besar, rektum, rahim, prostat, dan ginjal yang terkait akrab dengan konsumsi total lemak dan protein, terutama daging dan lemak hewan.

2. Faktor kimia

Kimia dan faktor lingkungan, termasuk teladan makan dan gaya hidup, mungkin bertanggung jawab untuk menyebabkan 80 hingga 90 persen dari semua kanker.

Secara teoritis, kanker bisa dicegah kalau faktor-faktor yang menyebabkan mereka sanggup pertama diidentifikasi dan lalu dikendalikan atau dihilangkan.

3. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan mungkin sama pentingnya dengan faktor genetik untuk kanker. Misalnya, laki-laki dan perempuan yang meninggalkan Jepang dan menetap di Hawaii atau daratan Amerika Serikat Jepang mempunyai risiko lebih rendah terkena kanker perut dibandingkan mereka yang tetap tinggal di Jepang.

Kanker perut di Amerika Serikat telah terus menurun dengan munculnya pendingin dan peniadaan tanggapan materi kimia karsinogenik sebagai pengawet makanan.

4. Radiasi

Penelitian pada insan menawarkan bahwa lebih banyak radiasi mengenai seseorang maka lebih tinggi pula risiko membuatkan kanker, terutama kalau paparan radiasi ialah untuk sumsum tulang, di mana sel-sel darah dibuat.

Orang yang mendapatkan radiasi untuk mengecilkan pembesaran amandel atau untuk mengobati jerawat mempunyai risiko lebih tinggi terkena kanker tiroid dan kelenjar paratiroid yang terletak di leher.

5. Faktor pekerjaan

Sekitar 10 persen dari semua kanker bekerjasama dengan paparan karsinogen pada pekerjaan. Hubungan antara pekerjaan seseorang dan kanker tercatat pada kurun kedelapan belas ketika diamati bahwa kejadian kanker skrotum sangat tinggi dalam operasi cerobong asap.

6. Faktor usia

Semakin tua, semakin tinggi risiko anda terkena kanker. National Cancer Institute melaksanakan studi yang menawarkan bahwa dengan setiap kenaikan lima tahun usia seseorang ada dua kali lipat kejadian kanker.

Orang bau tanah sering menderita kekurangan gizi, dan mereka mempunyai peningkatan jumlah infeksi, penyakit autoimun, dan teladan penyakit kekanak-kanakan, serta kanker. Ketika anda beranjak tua, risiko anda terkena kanker meningkat.

7. Faktor genetik

Kanker ini biasanya ditandai dengan materi kromosom genetik yang asing dalam sel kanker yang terkena. Sel kanker tidak mempunyai jumlah yang sempurna atau jenis gen, atau, lebih khusus, DNA. Orang dengan penyakit warisan tertentu lebih rentan untuk terkena kanker.

Ada lebih dari 200 kondisi genetik yang mempunyai peningkatan kejadian kanker, termasuk mongolisme atau trisomi 21 syndrome, sindrom imunodefisiensi, sindrom Gardner, dan banyak lagi.

8. Faktor hormonal

Hormon mensugesti pertumbuhan dan perkembangan sel, sehingga kalau ada kelebihan atau kekurangan hormon dalam tubuh, maka sel-sel tidak akan berfungsi dengan baik dan sanggup tumbuh tidak normal dan menjadi sel-sel kanker.

Wanita yang belum pernah hamil mempunyai risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan perempuan yang mempunyai anak.

9. Faktor se/ksual

Kanker serviks dikaitkan dengan melaksanakan kekerabatan intim pada usia dini dan dengan mempunyai banyak pasangan pria. Sebelumnya usia perempuan ketika pertama kali melaksanakan kekerabatan intim, dan semakin besar jumlah pasangan laki-laki ia memiliki, semakin tinggi risiko nya terkena kanker serviks.

Hubungan intim dengan pasangan laki-laki yang tidak disunat juga sanggup menyebabkan risiko seorang perempuan terkena kanker serviks.

10. Virus

Virus telah terbukti secara eksklusif menyebabkan kanker pada ikan, burung, katak, dan hampir setiap mamalia. Lebih dari seratus virus bisa menyebabkan kanker telah diidentifikasi.

Dua kanker pada manusia, leukemia sel T dan limfoma sel T, telah terbukti secara eksklusif disebabkan oleh virus. Mungkin semua tumor sel darah putih yang lain juga akan ditimbulkan oleh adanya virus.

(mw/kr)